Pemahaman dan Kepedulian Green Accounting Para Pelaku UMKM Industri Batik di Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Limbah kegiatan produksi suatu industri akan berdampak pada lingkungan sekitar. Maka perlu tanggung jawab dari setiap industri untuk mengolah limbah tersebut. Limbah yang dihasilkan oleh produksi batik berupa sisa lilin hasil proses pelorotan dan limbah cair dari proses pewarnaaan atau pencelupan kain batik. berdasarkan hasil wawancara dari beberapa industri batik di Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi, menunjukkan bahwa mereka telah melakukan upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan. Dalam menjaga lingkungan terdapat beberapa upaya salah satunya dengan mengalokasikan dana untuk mengurangi dampak dari limbah hasil produksi. Berdasarkan wawancara pemilik industri, telah melakukan aspek Green Accounting seperti tidak langsung mengalirkan limbah cair ke sungai dan mengeluarkan biaya untuk merawat tempat pengolahan limbah. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terkait pemahaman dan kepedulian implementasi Green Accounting para pelaku UMKM industri batik di kecamatan Rogojampi, kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian ini ditentukan berdasarkan metode purposive area. Subjek penelitian ini yaitu 3 industri batik di Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumen. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini, analisis deskriptif dengan langkah sebagai berikut; reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua dari tiga industri batik yang ada di Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi mempunyai pemahaman dan kepedulian sebagai penerapan Green Accounting. Hal tersebut ditunjukkan dengan upaya dalam kegiatan melestarikan lingkungan sekitar industri yaitu dengan adanya Limbah kegiatan produksi suatu industri akan berdampak pada lingkungan sekitar. Maka perlu tanggung jawab dari setiap industri untuk mengolah limbah tersebut. Limbah yang dihasilkan oleh produksi batik berupa sisa lilin hasil proses pelorotan dan limbah cair dari proses pewarnaaan atau pencelupan kain batik. berdasarkan hasil wawancara dari beberapa industri batik di Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi, menunjukkan bahwa mereka telah melakukan upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan. Dalam menjaga lingkungan terdapat beberapa upaya salah satunya dengan mengalokasikan dana untuk mengurangi dampak dari limbah hasil produksi. Berdasarkan wawancara pemilik industri, telah melakukan aspek Green Accounting seperti tidak langsung mengalirkan limbah cair ke sungai dan mengeluarkan biaya untuk merawat tempat pengolahan limbah. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terkait pemahaman dan kepedulian implementasi Green Accounting para pelaku UMKM industri batik di kecamatan Rogojampi, kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian ini ditentukan berdasarkan metode purposive area. Subjek penelitian ini yaitu 3 industri batik di Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumen. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini, analisis deskriptif dengan langkah sebagai berikut; reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua dari tiga industri batik yang ada di Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi mempunyai pemahaman dan kepedulian sebagai penerapan Green Accounting. Hal tersebut ditunjukkan dengan upaya dalam kegiatan melestarikan lingkungan sekitar industri yaitu dengan adanya dalam kegiatan melestarikan lingkungan sekitar industri yaitu dengan adanya alat atau tempat pengolahan limbah industri, mendaur ulang sisa bahan produksi, dan menggunakan bahan yang ramah lingkungan. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah adanya limbah yang akan memberikan dampak buruk bagi lingkungan sekitar. Selain itu mereka juga menyadari adanya biaya yang dikeluarkan sebagai beban pada biaya usahanya dan dibuktikan pada catatan biaya keuangan usahanya. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa industri batik tersebut mempunyai pemahaman dan kepedulian dalam penerapan Green Accounting yang cukup baik. Dengan adanya rasa kepedulian terhadap lingkungan hidup di sekitar industri, kesadaran biaya lingkungan, pengetahuan biaya usaha, dan pengetahuan biaya lingkungan. Hal tersebut dilakukan sebagai tanggung jawab industri terhadap lingkungan sekitar industri dan kontribusi industri terhadap masyarakat. Namun terdapat industri yang kurang dalam hal tersebut. Kurangnya peran pemerintah untuk memberikan sosialisasi terkait pengelolaan limbah industri kepada para pelaku usaha batik serta pengetahuan dan relasi dari pemilik industri batik itu sendiri dapat membuat minimnya kepedulian dan pemahamannya terhadap Green Accounting. Hal itu ditunjukkan dengan kurangnya rasa tanggung jawab dari pemilik industri terhadap kelestarian lingkungan sekitar usahanya yaitu tidak adanya alat untuk mengolah limbah industri dan bahan baku yang tidak ramah lingkungan. Sehingga menimbulkan dampak yang kurang baik bagi lingkungan industri. Selain itu pemilik industri juga belum memahami terkait pengelolaan biaya usaha karena tidak memisahkan biaya pribadi dan biaya usahanya yang menyebabkan kesulitan dalam identifikasi biaya lingkungan.

Description

Reupload file repositori 03 Feb 2026_Maya

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By