Identifikasi Bryophyta berdasarkan Karakteristik Morfologi di Taman Nasional Meru Betiri dan Pemanfaatannya sebagai Modul Pembelajaran Biologi SMA

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Menurut Covention on Biological Diversity, indonesia menempati peringkat sebagai salah satu pusat agrobiodiversitas dunia untuk kultivar tanaman. Keanakeragaman hayati yang dimiliki oleh indonesia salah satu diantaranya merupakan tumbuhan lumut. Terdapat sekitar 1.500 jenis keanekaragaman dari lumut yang letaknya tersebar di Indonesia. Tumbuhan lumut dapat dibedakan menjadi 3 divisi yaitu lumut tanduk, lumut hati dan lumut daun. Karakteristik morfologi yang dimiliki tumbuhan lumut yaitu tidak memiliki akar, batang dan daun sejati. Tumbuhan lumut dapat ditemui di kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Taman Nasional Meru Betiri adalah salah satu taman nasional yang letaknya berada di Jawa Timur. Penelitian Identifikasi Bryophyta Berdasarkan Karakteristik Morfologi Di Taman Nasional Meru Betiri dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis lumut yang berada di Taman Nasional tersebut. Keanekaragaman lumut yang berada di Taman Nasional Meru Betiri khususnya Resort Wonoasri, Blok Watu Ondo belum diketahui jenis-jenisnya. Penelitian ini digunakan untuk menambah Database yang berada di Taman Nasional Meru Betiri karena di taman nasional tersebut belum ada Database tentang tumbuhan lumut. Keanekaragaman jenis lumut ini nanti akan dijadikan Modul Pembelajaran Biologi yang dapat ditujukan untuk siswa SMA disekitar Taman Nasional Meru Betiri sebagai penambah informasi, bahwa di dalam Taman Nasional tersebut terdapat berbagai macam keanekaragaman jenis lumut yang belum mereka ketahui sebelumnya. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode eksploratif dengan melakukan penjelajah dan mengadakan pengamatan secara langsung. Penjelajahan dilakukan di kanan dan kiri aliran sungai yang terdapat di Blok Watu Ondo. Lokasi pengambilan sampel dalam penelitian ini difokuskan pada area sungai yang terdapat banyak pepohonan dan bebatuan. Pengambilan sampel dilakukan pada 29 Juli 2024, 1 Agustus 2024 dan 5 Agustus 2024. Teridentifikasi sebanyak 17 sampel lumut yang terbagi ke dalam 3 kelas dan 16 Famili. Kelas Bryopsida ditemukan sebanyak 9 spesies, kelas Marchantiopsida ditemukan sebanyak 2 spesies dan kelas Jungermanniopsida ditemukan sebanyak 6 spesies. Lumut daun banyak ditemukan di jalan setapak yang letaknya berada di ketinggian rendah. Sedangkan lumut hati banyak ditemukan di dekat aliran sungai menuju air terjun watu ondo. Hal tersebut dapat dikarenakan lumut daun lebih tahan terhadap daerah kering dibandingkan dengan lumut hati yang cenderung menyukai tempat teduh dan lembab. Bryophyta berdasarkan kelasnya dibagi menjadi 4 yaitu Bryopsida, Marchantiopsida, Jungermaniopsida dan Anthocerotopsida. Kelas Bryopsida memiliki karakteristik utama yaitu memiliki struktur yang mirip daun, batang dan akar. Gametofitnya berbentuk daun yang ukurannya kecil tersusun secara spiral dan terletak disekitar batang. Sporogonium dapat dibedakan menjadi seta, kaki dan kapsul (Reddy, 2001). Kelas Marchantiopsida mempunyai karaktersitik utama yaitu gametofitnya berbentuk Thallus pipih yang menyerupai lembaran tanpa diferensiasi daun atau batang. Kapsul sederhana dan tidak memiliki gigi peristom. Sporofit sederhana yang tidak memiliki tangkai sehingga menempel pada thallus. (Bates et al., 2018). Kelas Jungermaniopsida memiliki karakteristik utama yaitu gametofitnya berbentuk daun yang tersusun hingga tiga baris dan tidak mempunyai tulang daun. Pada sporofitnya tidak memiliki peristom. Reproduksi secara vegetatif melalui fragmen gametofit atau gemmae cup. (Gradstein, 2021). Kelas Anthocerotopsida mempunyai karakteristik utama yaitu gametofit berbentuk taloid sederhana tanpa adanya diferensiasi batang dan daun. Mempunyai sporofit yang menyerupai bentuk tanduk dan dengan organ reproduksi seksualnya terletak di thallus (Lukitasari, 2019). Modul pembelajaran biologi disusun berdasarkan hasil kegiatan identifikasi Bryophyta Berdasarkan Karakteristik Morfologi di Taman Nasional Meru Betiri, Resort Wonoasri, Blok Watu Ondo. Agar memenuhi standar kualitas dan layak digunakan di dalam proses pembelajaran, modul ini harus divalidasi oleh ahli media, ahli materi dan pengguna yaitu guru Biologi Kelas X di SMAN Jenggawah. Berdasarkan penilaian dari validator tersebut maka diperoleh hasil rata-rata sebesar 87,02% yang menunjukkan bahwa modul pembelajaran ini sangat valid dan layak untuk digunakan namun perlu adanya revisi.

Description

Reuploud file repositori 7 april 2026_Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By