Pengendalian Hama Spodoptera exigua (Hubner) pada Tanaman Bawang Merah dengan Menggunakan Dua Jenis Feromoid Seks pada Model Perangkap yang Berbeda
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Permasalahan yang sering muncul pada budidaya bawang merah ialah
adanya gangguan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang berakibat pada
semakin menurunnya kualitas dan kuantitas hasil bawang merah. Hama ulat pada
bawang merah Spodoptera exigua. Pengendalian secara kimiawi sejauh ini masih
menjadi alternatif bagi petani untuk mengendalikan hama S. exigua. Pemanfaatan
feromon seks dalam pengendalian diharapkan dapat menjadi solusi.
Feromon seks memiliki sifat yang spesifik pada satu spesies dalam
menarik lawan jenisnya. Penggunaan perangkap pada penggendalian hama juga
dirasa efektif dan memberikan hasil nyata dalam pengendalian. Pada penelitian
ini, bertujuaan untuk mengetahui keefektifan dari dua jenis feromon yang
dikombinasikan dengan berbagi model perangkap untuk mengendalikan S. exigua.
Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2018
dengan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan 2 faktor dan 4
ulangan. Faktor pertama ialah jenis feromon (F) terdiri dari dua jenis feromon
dengan bahan aktif (tetradecenol dan tetradecadienyl) (F1) dan (tetradecenol,
tetradecenyl acetat, hexadecenyl acetat, dan tetradecadienyl acetat) (F2) serta
perlakuan kontrol tanpa feromon (air) (F0). Faktor Kedua adalah model
perangkap (M) yang terdiri dari perangkap delta (M1), perangkap botol (M2) dan
perangkap sayap (M3). Parameter pengamatan meliputi Total imago terperangkap,
intensitas serangan hama, jumlah koloni telur dan. Hasil penelitian menunjukan
bahwa pada setiap parameter pengamatan, 1) tidak terdapat interaksi antara
penggunaan jenis feromon dan model perangkap terhadap semua parameter yang
diujikan, 2) Penggunaan jenis feromon berpengaruh nyata terhadap parameter
jumlah tangkapan serangga hama di lapang.
Description
reupload file repositori 1 april 2026_kurnadi/hendra
