Hambatan Penerapan Kebijakan Womenomics pada Masa Pemerintahan Shinzo Abe di Jepang
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Jepang adalah salah satu negara maju dengan kekuatan ekonomi yang besar, tetapi
tingkat kesetaraan gender di Jepang masih tergolong rendah. Pada saat yang
bersamaan, Jepang juga mengalami fenomena Shousika. Hal tersebut membuat
Pemerintah Jepang membentuk Kebijakan Womenomics. Beberapa indikator
keberhasilan Kebijakan Womenomics berhasil menunjukkan peningkatan yang
signifikan. Namun terdapat indikator keberhasilan kebijakan yang masih belum
mencapai target yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Jepang. Penelitian ini
bertujuan untuk membahas mengenai hambatan yang dihadapi oleh Pemerintah
Jepang dalam menerapkan Kebijakan Womenomics pada masa pemerintahan
Shinzo Abe. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berfokus pada
sumber data sekunder, seperti laporan pemerintah, data statistik, dan literatur yang
relevan. Dengan menggunakan model implementasi kebijakan publik dari Van
Meter dan Van Horn, hambatan yang dihadapi oleh Pemerintah Jepang adalah
standar dan tujuan Kebijakan Womenomics yang tidak sesuai dengan sosial kultur
di Jepang, anggaran responsif gender yang masih belum memiliki landasan hukum,
karakteristik organisasi pelaksana dan kondisi sosial di Jepang yang masih terikat
kuat dengan budaya patriarki ryousai kenbo
Description
Reuploud file repositori 27 Jan 2026_Firli
