Dampak Brexit Terhadap Keamanan Siber di Inggris
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
Abstract
Penelitian ini menganalisis dampak Brexit terhadap keamanan siber di Inggris
sebagai bagian dari dinamika keamanan non-tradisional dalam hubungan
internasional kontemporer. Brexit dipahami sebagai proses keluarnya Inggris dari
Uni Eropa yang secara fundamental mengubah hubungan institusional, regulatif,
dan operasional Inggris dengan mekanisme keamanan digital kolektif Eropa.
Penelitian ini berangkat dari meningkatnya ancaman siber seperti phishing,
ransomware, malware, dan serangan terhadap infrastruktur kritis yang terjadi
bersamaan dengan melemahnya koordinasi keamanan lintas negara pasca-Brexit.
Sebelum Brexit, Inggris memperoleh manfaat signifikan dari kerangka keamanan
siber Uni Eropa melalui GDPR, NIS Directive, Europol, dan European Cybercrime
Centre (EC3). Namun, perubahan status Inggris menjadi third country
menimbulkan fragmentasi regulatif dan tantangan koordinasi keamanan siber.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus,
dengan data diperoleh melalui analisis dokumen kebijakan dan laporan resmi
seperti National Cyber Strategy 2022, UK GDPR, serta publikasi National Cyber
Security Centre (NCSC) dan ENISA. Kerangka analisis menggunakan teori
Neorealisme, kajian keamanan siber, dan konsep ketahanan siber untuk
menjelaskan respons negara terhadap berkurangnya mekanisme keamanan kolektif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brexit meningkatkan eksposur Inggris
terhadap ancaman siber, memunculkan tantangan kelembagaan dan kebijakan,
sekaligus mendorong penguatan kapasitas domestik melalui pendekatan self-help.
Secara keseluruhan, Brexit memperkuat kedaulatan digital Inggris, namun
melemahkan ketahanan siber koordinatif yang sebelumnya ditopang oleh Uni
Eropa.
Description
reupload 2026 Rudi H
:: Finalisasi Repositori File 8 Juni 2026_Kurnadi
