Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi di SMA Negeri 2 Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Pengetahuan adalah pemahaman tentang fakta, konsep, dan prinsip yang diperoleh melalui pengalaman dan pendidikan, meliputi informasi konkret dan abstrak serta pemahaman hubungan antar elemen (Sukmawati et al., 2022). Kesehatan reproduksi mencakup kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang berkaitan dengan sistem reproduksi. Remaja berisiko tinggi terhadap masalah seperti kehamilan dini, infeksi menular seksual, dan kesehatan mental (WHO, 2023). Pengawasan orang tua dan guru penting untuk mencegah perilaku menyimpang akibat teknologi dan pola nutrisi (Mail, 2020). Evaluasi pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi penting mengingat peningkatan insiden HIV/AIDS dan penyakit menular seksual lainnya (WHO, 2024; BKKBN Jawa Timur, 2023). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan mengidentifikasi karakteristik serta tingkat pengetahuan siswa di SMA Negeri 2 Jember tentang kesehatan reproduksi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 103 responden di SMA Negeri 2 Jember. Kriteria inklusi sampel adalah siswa kelas X dan XI. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan tentang kesehatan reproduksi melalui Google Form, dengan 24 pernyataan benar-salah. Analisis data dilakukan secara univariat, yang disajikan dalam distribusi frekuensi dan persentase. Indikator kesehatan reproduksi yang menjadi fokus dalam kuesioner meliputi definisi kesehatan reproduksi, pertumbuhan dan perkembangan reproduksi remaja, anatomi alat reproduksi, proses terjadinya kehamilan, infeksi menular seksual (IMS), HIV/AIDS, kehamilan tidak diinginkan pada remaja, dan aborsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi di SMA Negeri 2 Jember sebagian besar baik, dengan (91,3%) 94 responden memiliki pengetahuan baik, 7,8% cukup, dan 1% kurang. Responden mayoritas berasal dari kelas XI (59,2%); 54,4% laki-laki; dan 51,5% berusia 17 tahun. Sebagian besar responden adalah suku Jawa (65%), dengan adanya variasi campuran suku lain seperti Jawa dan Madura, Jawa dan Bugis, Jawa dan Bali, serta kombinasi tiga suku atau lebih. Semua responden telah mendapatkan informasi kesehatan reproduksi, dengan 54,4% mendapat paparan dari multi-sumber seperti teman, keluarga, sekolah, media, dan tenaga kesehatan. Karakteristik responden menunjukkan bahwa remaja mengalami perubahan fisik dan emosional yang signifikan, seperti perubahan suara, jerawat, menstruasi, dan perhatian terhadap penampilan. Dukungan holistik dari keluarga dan teman sangat penting pada tahap ini. Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi relatif seimbang antara laki-laki dan perempuan, meski ada variasi dalam hasil penelitian sebelumnya. Responden berasal dari berbagai suku, menunjukkan pentingnya mempertimbangkan budaya dalam penyampaian informasi kesehatan reproduksi, karena budaya mempengaruhi persepsi dan praktik kesehatan. Sumber informasi kesehatan reproduksi meliputi sekolah, media, tenaga kesehatan, serta teman dan keluarga. Sekolah memainkan peran penting dalam menyediakan akses informasi, diikuti oleh media yang memiliki dampak signifikan. Tenaga kesehatan dan dukungan dari teman serta keluarga juga berkontribusi besar dalam membentuk pengetahuan remaja. Keseluruhan data menunjukkan bahwa remaja mendapatkan informasi dari berbagai sumber, dan ini tercermin dalam tingkat pengetahuan yang sebagian besar baik. Namun, masih ada area yang memerlukan perhatian lebih, seperti pemahaman anatomi alat reproduksi dan siklus menstruasi yang masih kurang tepat. Pengetahuan tentang infeksi menular seksual (IMS) dan HIV/AIDS menunjukkan hasil yang baik, namun perlu terus ditingkatkan untuk menghilangkan miskonsepsi dan stigma yang masih ada. Pemahaman tentang kehamilan yang tidak diinginkan dan aborsi menunjukkan bahwa sebagian besar remaja sudah mengerti risiko dan konsekuensinya, meskipun ada sebagian kecil yang masih memiliki pandangan yang salah. Kesimpulannya, gambaran tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi di SMA Negeri 2 Jember kategori baik yang diperkuat paparan informasi yang mudah terutama di era digitalisasi pada masa 2024, di mana mayoritas responden sudah terpapar informasi kesehatan reproduksi dari berbagai sumber.

Description

Reupload File Repositori 10 Februari 2026_Teddy/Hendra

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By