Ekstrak Kulit Kopi Robusta Menghambat Lesi Aterosklerosis Koroner pada Tikus yang Diinduksi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran Gigi
Abstract
Aterosklerosis adalah proses inflamasi kronis pada dinding arteri yang melibatkan akumulasi lipid, sel-sel inflamasi, dan pembentukan plak fibrolipid sehingga dapat menyebabkan penyempitan pada lumen arteri. Aterosklerosis dapat dipicu dengan kondisi hiperlipidemia dan periodontitis oleh bakteri periodontal, yaitu Porphyromonas gingivalis (P. gingivalis). Salah satu bahan alam yang bisa dimanfaatkan untuk masalah tersebut adalah kulit kopi robusta (Coffea canephora) karena mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan polifenol yang diduga dapat menurunkan kadar LDL dalam darah serta dapat mencegah penumpukan lemak di pembuluh darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pembentukan lesi aterosklerosis koroner pada tikus wistar yang diinduksi P. gingivalis dan diet tinggi lemak yang diberi ekstrak kulit kopi robusta.
Penelitian ini berupa eksperimental laboratoris in vivo dengan menggunakan rancangan penelitian the post test only control group design. Sampel penelitian adalah 10 ekor tikus wistar jantan yang berumur 2-3 bulan, berat badan 200 gram, dan dalam keadaan sehat. Kelompok penelitian terdiri dari 2 kelompok yang masing-masing terdiri dari 5 tikus. Kelompok I diberi pakan tinggi lemak berupa lemak babi yang telah dicairkan dan kuning telur bebek dengan perbandingan 3:2 ml yang diberikan setiap hari selama 21 hari menggunakan sonde lambung dan diinduksi bakteri P. gingivalis ATCC 33277 pada sulkus gingiva bagian tengah bukal gigi molar pertama kiri bawah sebanyak 0,05 ml dengan konsentrasi 1,5x108 CFU/ml. Induksi P. gingivalis dilakukan 3 hari sekali selama 21 hari. Kelompok II diberi perlakuan yang sama seperti pada kelompok I namun ditambah dengan pemberian ekstrak kulit kopi robusta sebanyak 5 ml/hari selama 21 hari dengan cara mencampurkan esktrak kental kulit kopi sebanyak 35mg/200 gr BB tikus dengan aquades hingga volume 5 ml. Pemberian ekstrak kulit kopi robusta dilakukan mulai hari pertama pemberian diet tinggi lemak dan induksi P. gingivalis. Hewan coba diambil darahnya untuk dilakukan pemeriksaan kadar LDL pada hari ke-22 kemudian dieutanasia untuk diambil bagian jantung dan mandibula sebelah kiri. Pengambilan arteri koroner dilakukan dengan mengambil potongan transversal dari perbatasan atrium dan ventrikel jantung. Pemrosesan dan pembuatan sediaan histologi menggunakan pewarnaan Picrocirius Red dan Sudan IV. Pengamatan disintegrasi kolagen intimal dan deposisi lipid dilakukan menggunakan mikroskop cahaya perbesaran 1000x. Pada perbesaran tersebut tampak keseluruhan bagian arteri koroner dalam satu lapang pandang dan diamati oleh 3 orang pengamat. Skor 1 jika ditemui adanya lesi dan skor 0 jika tidak ditemui adanya lesi. Penentuan skor setiap sampel diambil berdasarkan modus (skor yang paling banyak muncul) dan dilakukan analisis data menggunakan SPSS uji non parametrik Mann-Whitney. Selanjutnya dilakukan perhitungan persentase lesi pada masing-masing kelompok untuk mengetahui proporsi sampel yang menunjukkan adanya lesi. Persentase dihitung dengan membagi jumlah sampel yang mengalami lesi dengan total sampel, kemudian mengalikan hasilnya dengan 100 untuk mendapatkan nilai persentase.
Description
Reupload file repository 17 Maret 2026_Ratna
