Pati Alami sebagai Bahan Penghancur (Disintegrant) pada Formulasi Tablet: Scoping Review
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Tablet merupakan sediaan padat yang mengandung zat aktif dan bahan
tambahan (Kemenkes RI., 2020). Tablet merupakan bentuk sediaan farmasi yang
paling banyak digunakan karena praktis, stabil pada penyimpanan, dan
memungkinkan ketepatan dosis. Keberhasilan terapi obat dalam bentuk tablet
sangat dipengaruhi oleh kemampuan tablet untuk hancur setelah dikonsumsi,
sehingga zat aktif dapat dilepaskan dan diserap secara optimal (Fatma dkk., 2024).
Bahan penghancur (disintegrant) berperan penting dalam proses tersebut. Salah
satu eksipien yang banyak digunakan sebagai disintegrant adalah pati (Novita dkk.,
2021). Pati merupakan polisakarida alami yang tersusun dari unit glukosa dengan
ikatan α-1,4 dan α-1,6 glikosidik (Bhatt dkk., 2022). Pati yang umum digunakan
dalam industri farmasi terdiri atas dua jenis, yaitu pati alami dan pati termodifikasi.
Pati alami yang berasal dari berbagai sumber tumbuhan yang memiliki keunggulan
berupa ketersediaan yang melimpah, biaya relatif rendah, bersifat inert, serta
mampu menyerap air dan mengembang (Li dkk., 2020; Harni dkk., 2022).
Berbagai penelitian mengenai penggunaan pati alami sebagai bahan
penghancur tablet terus berkembang Untuk mempermudah pengembangan
penelitian dari berbagai penelitian yang telah dilakukan, diperlukan suatu telaah
pustaka yang dapat memetakan keseluruhan hasil penelitian tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan, memberikan gambaran secara
umum dari berbagai macam tumbuhan sumber pati alami yang digunakan sebagai
bahan penghancur pada formulasi tablet yang telah diteliti sebelumnya
menggunakan metode scoping review. Scoping review merupakan jenis telaah
pustaka yang bertujuan untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai
penelitian yang telah dilakukan pada topik tertentu (Samnani dkk., 2017).
Metode scoping review yang digunakan mengacu pada kerangka kerja
Arksey dan O’Malley serta pedoman Preferred Reporting Items for Systematic
Review and Meta-Analysis Extension for Scoping Reviews (PRISMA-ScR) yang
terdiri dari 3 fase, yaitu: fase identifikasi, skrining, dan inklusi. Prosedur penelitian
terdiri dari lima tahapan, yaitu: identifikasi pertanyaan penelitian, identifikasi
literatur relevan, seleksi literatur, pemetaan data (mapping), serta penyusunan,
ringkasan, dan pelaporan hasil. Fase identifikasi terdiri dari penelusuran artikel
pada PubMed dan SciFinder dan penghapusan artikel melalui fitur filter pada
sumber data. Fase skrining merupakan fase penyarigan artikel berdasarkan kriteria
inklusi dan eksklusi yang terdiri dari tiga tahapan. Sementara itu, fase inklusi
memuat hasil artikel yang telah memenuhi kriteria inklusi pada fase skrining untuk
dilakukan analisis lebih lanjut. Proses seleksi menghasilkan 39 artikel yang
memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis. Data yang diekstraksi meliputi identitas tumbuhan, famili, karakteristik pati, serta hasil evaluasi tablet seperti kekerasan,
kerapuhan, dan waktu hancur.
Hasil scoping review menunjukkan bahwa pati alami berasal dari sedikitnya
17 famili tumbuhan, dengan dominasi utama dari famili Poaceae, Araceae,
Moraceae, Euphorbiaceae, dan Musaceae. Bagian tumbuhan yang paling banyak
digunakan sebagai sumber pati adalah biji dan umbi. Negara penghasil pati alami
yaitu didominasi oleh negara India dan Nigeria. Karakteristik pati yang berperan
penting sebagai disintegrant meliputi ukuran granula kecil hingga sedang,
kandungan amilopektin yang tinggi, kapasitas hidrasi dan daya mengembang yang
baik, serta pH yang relatif netral. Pati dari famili Araceae, Poaceae, dan
Euphorbiaceae umumnya menunjukkan kemampuan disintegrasi yang lebih cepat
dibandingkan famili lainnya. Tablet yang diformulasikan dengan pati alami sebagai
disintegrant secara umum memenuhi persyaratan fisik, dengan kekerasan sedang
hingga tinggi, kerapuhan yang bagus, serta waktu hancur yang sesuai untuk sediaan
tablet
Description
:: Finalisasi Repositori File 25 Mei 2026_Kurnadi
