Perkembangan Pabrik Pengolahan Ikan PT. Sumber Yalasamudra Kecamatan Muncar, Banyuwangi Tahun 2002-2020

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Budaya

Abstract

Penelitian ini membahas tentang “Perkembangan Pabrik Pengolahan Ikan PT. Sumber Yalasamudra Kecamatan Muncar, Banyuwangi Tahun 2002-2020”. Pabrik pengolahan ikan adalah unit usaha yang melakukan kegiatan pascapanen hasil perikanan melalui proses pengolahan untuk menghasilkan produk bernilai ekonomis tinggi serta aman dikonsumsi. Fokus utama dari kajian ini adalah pada transformasi internal perusahaan, baik dari aspek struktur produksi, pemanfaatan teknologi, hingga dampaknya terhadap kondisi sosial ekonomi para pekerja. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: 1) Untuk menjelaskan latar belakang berdirinya PT. Sumber Yalasamudra, 2) Untuk menganalisis dan mendeskripsikan perkembangan PT. Sumber Yalasamudra tahun 2002-2020, 3) Untuk menjabarkan dampak ekonomi untuk karyawan PT. Sumber Yalasamudra. Penelitian ini tentunya menggunakan metode penelitian sejarah, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Terdapat pendekatan dan teori yang digunakan sebagai pisau analisis guna melakukan pendalaman terhadap suatu kajian sejarah. Pada penelitian ini memanfatkan pendekatan ekonomi industri untuk memahami struktur dan dinamika industri dalam pereknomian. Teori faktor-faktor produksi juga digunakan untuk mendalami tentang komponen yang memiliki keterkaitan dengan keberlangsungan suatu proses produksi perusahaan. Perusahaan PT. Sumber Yalasamudra awalnya berdiri pada tahun 1970 dengan nama UD. Sumber Yalasamudra oleh Jiang Yi Jung, kemudian mengalami transformasi status menjadi Perseroan Terbatas (PT) pada tahun 1985 saat kepemimpinan beralih ke Tjipta Soedjarwo Tjoek. Lokasi pabrik yang dekat dengan Pelabuhan Perikanan Muncar membuatnya memiliki akses strategis terhadap bahan baku utama, yaitu ikan lemuru. Ikan ini merupakan jenis hasil laut yang melimpah di perairan Selat Bali dan menjadi komoditas utama untuk industri pengalengan sarden. Seiring waktu, proses produksi di PT. Sumber Yalasamudra mengalami peningkatan signifikan dari sisi teknologi dan efisiensi. Pada awalnya, seluruh tahapan produksi dilakukan secara manual, namun sejak tahun 2002, di bawah kepemimpinan generasi ketiga yaitu David Wijaya, perusahaan mulai mengadopsi teknologi modern seperti mesin seamer, conveyor belt, dan penggunaan cold storage. Mekanisasi ini berdampak pada pengurangan jumlah tenaga kerja manual, tetapi juga meningkatkan volume dan kualitas produksi secara drastis. Struktur organisasi perusahaan juga mengalami pembaruan dan penguatan. Perusahaan terdiri dari beberapa departemen utama seperti keuangan, personalia, pemasaran, general affair, serta produksi dan frozen unit. Setiap departemen memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas, yang dikoordinasikan langsung oleh Direktur Utama. Struktur organisasi ini dirancang untuk mendukung efisiensi operasional serta meningkatkan daya saing perusahaan di tingkat nasional maupun internasional. Aspek pemasaran, PT. Sumber Yalasamudra awalnya hanya memasarkan produk di sekitar Banyuwangi, namun kemudian memperluas jangkauan ke seluruh Pulau Jawa termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga DKI Jakarta. Produk didistribusikan melalui jalur darat dengan sistem pembayaran maksimal 3 hari setelah pengiriman. Strategi ini menunjukkan efisiensi dalam manajemen rantai pasok perusahaan. Perusahaan memiliki dua merek utama, yaitu Bantan dan Yamato, yang menyasar segmen pasar berbeda namun menggunakan bahan baku serupa. Dari sisi ketenagakerjaan, pada awal 2000-an perusahaan memiliki sekitar 900 tenaga kerja, baik harian maupun tetap. Namun, seiring adopsi teknologi, jumlah ini menurun. Meski begitu, PT. Sumber Yalasamudra tetap menjadi sumber penghidupan penting bagi masyarakat sekitar, termasuk wilayah Srono, Cluring, dan Purwoharjo. Selain itu, perusahaan telah mengantongi sertifikasi penting seperti halal MUI, HACCP, dan ISO 9001 & 22000, yang menunjukkan komitmennya terhadap kualitas dan standar internasional. Menariknya, pada masa pandemi COVID-19 tahun 2020, permintaan terhadap produk makanan tahan lama seperti ikan kaleng justru meningkat. Hal ini memberi keuntungan besar bagi perusahaan, karena masyarakat melakukan penimbunan makanan selama masa karantina. Momen ini menjadi bukti ketahanan dan adaptabilitas PT. Sumber Yalasamudra dalam menghadapi krisis global.

Description

Reupload Repositori File 29 Januari 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By