Analisis Mutu Kopi Hasil Olahan Natural Menggunakan Tingkat Penyangraian Berbeda
| dc.contributor.author | Mulia Dwi Nur Apriliyani | |
| dc.date.accessioned | 2026-01-29T02:24:04Z | |
| dc.date.issued | 2024-08-07 | |
| dc.description.abstract | Kopi adalah bagian dari komoditas perkebunan yang menjadi unggulan di Indonesia, sehingga memiliki potensi pasar yang cukup bagus di dalam negeri ataupun mancanegara. Harga kopi ditentukan dari kualitas atau mutu kopi tersebut. Kopi yang memiliki mutu tinggi memiliki harga lebih mahal dibandingkan kopi yang bermutu rendah. Mutu kopi ditentukan oleh metode pemilihan bahan tanam, penanganan saat panen, dan cara pengolahannya. Kopi yang diproses secara natural, akan dikeringkan dalam bentuk buah/cherry sehingga kopi akan terjadi penurunan mutu. Mutu biji kopi dapat ditingkatkan apabila proses penyangraian dilakukan dengan menggunakan suhu dan waktu penyangraian yang tepat. Dengan adanya berbagai macam perlakuan pada pengolahan metode pascapanen dan tingkat penyangraian akan menghasilkan kualitas kopi yang berbeda sehingga diperlukan perlakuan yang sesuai untuk menentukan hasil akhir kopi dengan kualitas terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kopi yang memiliki mutu terbaik apabila disangrai menggunakan tingkat penyangraian yang berbeda Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yaitu perbedaan jenis kopi (kopi robusta dan kopi arabika) dan tingkat penyangraian (light roast, medium roast, dan dark roast). Variabel penelitian yang diamati adalah berat biji, densitas kamba, kadar air, dan kadar kafein. Data yang telah diperoleh akan dilakukan analisis menggunakan analisis ragam. Apabila terdapat perbedaan yang nyata diantara perlakuan, maka akan dilakukan uji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kegagalan 5%. Hasil penelitian menunjukkan (1) Interaksi jenis kopi dan jenis roasting berpengaruh sangat nyata pada variabel kadar kafein dan densitas. Berpengaruh nyata pada kadar air, namun berpengaruh tidak nyata pada berat biji. Perlakuan terbaik yaitu kopi robsuta pada tingkat penyangraian medium roast dan kopi arabika pada tingkat penyangraian light roast. (2) Pengaruh utama jenis kopi berpengaruh sangat nyata pada variabel kadar kafein dan berpengaruh nyata pada variabel berat biji, namun berpengaruh tidak nyata terhadap kadar air dan densitas. Perlakuan terbaik dapat menggunakan kopi robusta maupun arabika. (3) Pengaruh utama jenis penyangraian berpengaruh sangat nyata pada variabel pengamatan kadar air, kadar kafein, dan densitas. Namun berpengaruh nyata pada variabel berat biji. Perlakuan terbaik pada tingkat penyangraian light roast atau medium roast. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Dyah Ayu Savitri, S.TP., M. Agr. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/658 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Pertanian | |
| dc.subject | Kopi Arabika | |
| dc.subject | Bahan Tanam | |
| dc.subject | Penyangraian | |
| dc.title | Analisis Mutu Kopi Hasil Olahan Natural Menggunakan Tingkat Penyangraian Berbeda | |
| dc.type | Other |
