Variasi Leksikal Bahasa Indonesia yang Mengandung Unsur Humor pada Akun @jek___ di Media Sosial X

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Budaya

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena berkembangnya media sosial sebagai ruang ekspresi bahasa yang semakin kreatif, khususnya dalam penyampaian humor. Media sosial X (dulu Twitter) menyediakan ruang bagi pengguna untuk menyampaikan ide, kritik, dan keresahan dengan cara yang ringkas, spontan, dan jenaka. Dalam konteks ini, akun @jek___ dikenal sebagai salah satu akun yang konsisten menyajikan konten yang bernuansa humor melalui pilihan kata dan susunan kalimat yang unik. Unggahan-unggahan akun tersebut sering kali berisi komentar sosial, budaya populer, dan pengalaman hidup seharihari yang dikemas dengan ungkapan yang lucu dan menggelitik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk variasi leksikal dalam tweet akun @jek___ yang berperan dalam membentuk humor, serta menjelaskan faktor-faktor yang melatarbelakangi pemilihan bentuk variasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teori semantik. Teori ini menjelaskan bahwa humor dapat muncul melalui penyimpangan makna, pertentangan antara arti literal dan kontekstual, serta asosiasi makna yang tidak lazim. Data yang dianalisis adalah 30 tweet yang dipilih secara purposif berdasarkan keberadaan unsur humor serta kekhasan bentuk leksikal yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi leksikal yang digunakan akun @jek___ dalam membentuk humor dapat diklasifikasikan ke dalam tujuh bentuk berdasarkan pergeseran makna, yaitu: (1) perubahan makna yang menimbulkan kesan kasar atau menohok, (2) makna tidak langsung yang bersifat sindiran halus, (3) makna yang menyampaikan kritik secara tajam, (4) makna yang menyimpang dari arti umumnya, (5) pembentukan kata baru yang tidak terdapat dalam bahasa baku, (6) makna yang tidak masuk akal namun tetap diterima sebagai bentuk kelucuan, dan (7) makna yang berlapis atau multitafsir. Pergeseran makna ini menciptakan kejutan semantik yang memancing tawa atau refleksi, tergantung pada konteks dan pemahaman pembaca. Penelitian ini menemukan bahwa penggunaan variasi leksikal dalam membentuk humor tidak bersifat sembarangan. Terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi pemilihannya, antara lain: (1) faktor sosial, yaitu upaya membentuk identitas komunitas dan menciptakan kedekatan dengan pembaca; (2) faktor budaya, berupa penyesuaian dengan tren dan referensi populer; (3) faktor psikologis, yaitu kebutuhan menyalurkan keresahan atau kritik secara ringan dan tidak langsung; serta (4) faktor media, yakni karakter media sosial X yang menuntut pesan singkat, padat, dan komunikatif. Keempat faktor ini bekerja saling melengkapi dan membentuk konteks yang memungkinkan variasi leksikal dimaknai secara jenaka dan kritis oleh pengguna. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa variasi leksikal pada tweet akun @jek___ merupakan bentuk kreativitas berbahasa yang digunakan untuk menyampaikan pesan sosial, kritik, dan ekspresi diri melalui humor. Dengan memanfaatkan makna-makna yang menyimpang atau bertentangan dengan kebiasaan, akun ini berhasil menciptakan gaya komunikasi yang segar dan relevan dengan kehidupan masyarakat digital masa kini. Penelitian ini membuktikan bahwa fenomena humor dalam media sosial dapat dikaji secara ilmiah melalui pendekatan semantik, serta memberikan kontribusi pada kajian linguistik dalam konteks komunikasi digital modern. Selain itu, penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya sensitivitas linguistik dalam penciptaan humor di media sosial. Variasi leksikal yang digunakan tidak hanya menunjukkan permainan bahasa semata. Dengan demikian, variasi leksikal dalam tweet akun @jek___ tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium refleksi sosial yang cerdas dan kontekstual, yang dapat memicu diskusi atau resonansi emosional di kalangan pembaca.

Description

Reupload file repositori 09 Mar 2026_Maya

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By