Kekuatan Ketidakteraturan Modular pada Hasil Operasi Korona Graf Roda dengan Graf Lintasan, dan Graf Buku dengan Graf Lintasan

dc.contributor.authorRama Caesario Pamungkas
dc.date.accessioned2026-02-19T05:47:15Z
dc.date.issued2024-05-19
dc.descriptionReupload file repository 19 februari 2026_agus/feren
dc.description.abstractTopik dalam teori graf yang berkembang dengan pesat beberapa tahun terakhir ini adalah pelabelan. Pelabelan merupakan pemberian label pada setiap elemen graf dengan syarat tertentu. Pelabelan tak teratur sisi didefinisikan sebagai suatu pemetaan yang memasangkan setiap elemen himpunan sisi suatu graf ke {1,2, โ€ฆ,๐‘˜}, dengan syarat bobot setiap titik harus berbeda. Pelabelan tak teratur modular pada graf ๐บ dengan orde ๐‘› merupakan pemberian label pada himpunan sisi dengan bilangan bulat positif 1,2, โ€ฆ , ๐‘˜, dengan syarat bobot setiap titiknya berbeda dalam modulo ๐‘›. Bobot yang dicari merupakan bobot titik dengan menjumlahkan label dari setiap sisi yang bertetangga dalam modulo ๐‘›. Operasi graf merupakan suatu cara yang digunakan untuk mendapatkan graf baru dengan mengoperasikan dua atau lebih graf. Operasi yang digunakan pada penelitian ini adalah operasi korona. Operasi korona pada graf dinotasikan dengan ๏ฟฝ ๏ฟฝ โจ€ ๐ป, didefinisikan sebagai graf yang diperoleh dengan mengambil sebuah duplikat dari graf ๐บ dan |๐‘‰(๐บ)| duplikat dari graf ๐ป, yaitu ๐ป๐‘– dengan ๐‘– = 1,2,3. . , |๐‘‰(๐บ)| kemudian memasangkan setiap simpul ke-๐‘– dari ๐บ ke setiap simpul di ๐ป๐‘–. Pada penelitian ini graf yang digunakan adalah hasil operasi korona dari graf roda dengan graf lintasan dan graf buku dengan graf lintasan. Pada penelitian ini akan dicari nilai kekuatan ketidakteraturan dan kekuatan ketidaktaraturan modular pada graf ๐‘Š๐‘›โจ€๐‘ƒ1, ๐‘Š๐‘›โจ€๐‘ƒ2, ๐‘Š๐‘›โจ€๐‘ƒ3, dan ๐ต๐‘›โจ€๐‘ƒ1 untuk ๏ฟฝ ๏ฟฝ โ‰ฅ3. Sehingga, didapatkan hasil dari beberapa nilai kekuatan ketidakteraturan dari graf tersebut. Hasil yang diperoleh pada graf ๐‘Š๐‘› โŠ™ ๐‘ƒ1 dengan ๐‘› โ‰ฅ 3 yaitu ๏ฟฝ ๏ฟฝ(๐‘Š๐‘› โŠ™๐‘ƒ1) = ๐‘›+1 untuk ๐‘› genap, ๐‘ (๐‘Š๐‘›โŠ™๐‘ƒ1) =๐‘š๐‘ (๐‘Š๐‘›โŠ™๐‘ƒ1)=๐‘›+1 untuk ๐‘› ganjil, dan ๐‘š๐‘ (๐‘Š๐‘› โŠ™๐‘ƒ1 ) = โˆž untuk ๐‘› genap. Pada graf ๐‘Š๐‘› โŠ™๐‘ƒ2 didapatkan hasil ๐‘ (๐‘Š๐‘› โŠ™ ๐‘ƒ2 ) = ๐‘› +2 untuk ๐‘› โ‰ฅ 3, ๐‘š๐‘ (๐‘Š๐‘› โŠ™๐‘ƒ2 ) = โˆž untuk ๏ฟฝ ๏ฟฝ โ‰ก1 mod 4,๐‘› โ‰ฅ3 dan ๐‘š๐‘ (๐‘Š๐‘›โŠ™๐‘ƒ2 )=๐‘›+2 untuk 3โ‰ค๐‘›โ‰ค11,๐‘›โ‰ข 1 mod 4. Selanjutnya hasil untuk graf ๐‘Š๐‘› โŠ™ ๐‘ƒ3 yaitu ๐‘ (๐‘Š๐‘› โŠ™ ๐‘ƒ3 ) = ๐‘š๐‘ (๐‘Š๐‘› โŠ™ ๐‘ƒ3) = ๐‘›+2 untuk ๐‘› โ‰ฅ 3, dan graf ๐ต๐‘› โŠ™๐‘ƒ1 yaitu ๐‘ (๐ต๐‘› โŠ™๐‘ƒ1) = ๐‘š๐‘ (๐ต๐‘› โŠ™๐‘ƒ1) = 2๐‘› +2 untuk ๐‘› โ‰ฅ 3. Sedangkan jika dilihat dari hasil pada graf ๐‘Š๐‘› โŠ™ ๐‘ƒ2, nilai kekuatan ketidakateraturannya ditemukan sesuai batas bawah dan nilai kekuatan ketidakteraturan modular belum ditemukan untuk ๐‘› > 11,๐‘› โ‰ข 1 mod 4, hal ini dikarenakan penelitian pada graf ๐‘Š๐‘› โŠ™ ๐‘ƒ2 hanya dibatasi untuk ๐‘› โ‰ก 1 mod 4, ๐‘› โ‰ฅ 3 atau 3 โ‰ค ๐‘› โ‰ค11,๐‘› โ‰ข 1 mod 4.
dc.description.sponsorshipDPU: Ikhsanul Halikin, S.Pd., M.Si., DPA: Kusbudiono, S.Si., M.Si.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3747
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
dc.subjectmodular irregular labeling
dc.subjectmodular irregular strength
dc.titleKekuatan Ketidakteraturan Modular pada Hasil Operasi Korona Graf Roda dengan Graf Lintasan, dan Graf Buku dengan Graf Lintasan
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Rama Caesario Pamungkas - 201810101097.pdf
Size:
1.23 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: