Peran UN Women (United Nations Women) Dalam Penjaminan Hak Perempuan Di Afghanistan
| dc.contributor.author | Poppy Adenila Octavia | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-23T03:08:19Z | |
| dc.date.issued | 2024-07-01 | |
| dc.description | Reupload File Repositori 23 Februari 2026_Teddy/Hendra | |
| dc.description.abstract | Penelitian ini membahas tentang peran UN Women terhadap penjaminan hak perempuan di Afghanistan. Afghanistan merupakan negara yang paling berbahaya bagi perempuan dan terkenal sebagai negara yang porak-poranda akibat dilanda perang. Hal tersebut mengakibatkan perempuan di Afghanistan mengalami keterbatasan dalam hal kesehatan, pendidikan, perekonomian, dan politik yang menyebabkan krisis kemanusiaan. Terlebih lagi, Afghanistan telah mengalami formalisasi syariat Islam yang kaku dan keras oleh Pemerintah Taliban dan menimbulkan diskriminasi pada perempuan. Kepemimpinan Taliban yang ketat telah membatasi ruang gerak dan kebebasan perempuan Afghanistan dengan menerapkan hukum yang berdasarkan pada Islam tanpa menyesuaikan keadaan dan era saat ini. Oleh karena itu, aturan Pemerintah Taliban yang mengekang perempuan di Afghanistan mengakibatkan ketidaksetaraan gender. Ketidaksetaraan gender merupakan diskriminasi yang menjadi mimpi buruk bagi perempuan di Afghanistan. Kondisi perempuan di Afghanistan menjadi masalah yang sangat penting dan dunia internasional perlu memperhatikan hal tersebut atas penjaminan hak yang seharusnya perempuan Afghanistan dapatkan. Oleh karena itu, UN Women sebagai organisasi internasional yang menangani kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di bawah naungan PBB menjalankan perannya dalam penjaminan hak perempuan di Afghanistan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang dipengaruhi oleh pandangan atau pendapat penulis mengenai penafsiran yang berbeda terhadap hasil penelitian. Pengumpulan data berasal dari buku, jurnal, artikel ilmiah, dan literature review yang berdasarkan dengan topik dan konsep yang sedang diteliti oleh penulis. Penulis mengumpulkan data penelitian ini melalui studi literatur. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan uji keabsahan data dengan metode triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data deskriptif kualitatif. Metode analisis deskriptif kualitatif merupakan rangkaian kegiatan menganalisis, menggambarkan, dan meringkas dari berbagai data yang dikumpulkan oleh penulis berupa hasil wawancara atau pengamatan mengenai permasalahan di lapangan (Winartha, 2006, Hal.155). Hasil penelitian tersebut yaitu adanya perbandingan peran UN Women pada saat sebelum Pemerintah Taliban menguasai Afghanistan yaitu pada tahun 2010 hingga tahun 2020 dan saat setelah Pemerintah Taliban kembali menguasai Afghanistan yaitu pada tahun 2021 hingga tahun 2023. Penulis membandingan peran UN Women berdasarkan teori organisasi internasional dari Biddle and Biddle. Menurut Biddle and Biddle, ada tiga kategori peran suatu lembaga di bidang kemanusiaan yaitu peran sebagai motivator, komunikator, dan perantara. Oleh karena itu, hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan berbagai peran tersebut pada UN Women terhadap perempuan di Afghanistan. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Dr. Linda Dwi Eriyanti, S.Sos., M.A. DPA : Adhiningasih Prabhawati, S.Sos., M.Si. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4061 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik | |
| dc.subject | UN Women | |
| dc.subject | Afghanistan | |
| dc.title | Peran UN Women (United Nations Women) Dalam Penjaminan Hak Perempuan Di Afghanistan | |
| dc.type | Other |
