Pengaruh Komposisi Media Kultur Terhadap Induksi Kalus Embrio Kelapa (Cocos nucifera L.)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Kelapa (Cocos nucifera L.) merupakan tanaman perkebunan bernilai ekonomi tinggi, namun perbanyakan secara konvensional masih menghadapi berbagai kendala. Kultur jaringan melalui induksi kalus merupakan salah satu alternatif perbanyakan tanaman yang dipengaruhi oleh komposisi media kultur, khususnya zat pengatur tumbuh (ZPT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media kultur terhadap induksi kalus embrio kelapa dan menentukan komposisi media terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan sepuluh perlakuan yang terdiri dari penggunaan tunggal 2,4-D dan kombinasi 2,4-D dengan BAP. Parameter yang diamati meliputi awal pembengkakan, awal pembentukan kalus, persentase pembengkakan, persentase eksplan yang membentuk kalus, warna dan tekstur kalus, serta histologi kalus. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media kultur berpengaruh nyata terhadap awal pembengkakan, awal pembentukan kalus, persentase pembengkakan, dan persentase eksplan yang membentuk kalus. Perlakuan A4 (7,5 mg/L 2,4-D) merupakan perlakuan terbaik, dengan waktu pembengkakan 11 hari setelah tanam, waktu pembentukan kalus 23 hari setelah tanam, persentase pembengkakan 100%, dan persentase eksplan yang membentuk kalus sebesar 100%. Kalus yang dihasilkan berwarna kuning, bertekstur remah, dan menunjukkan perkembangan jaringan yang lebih luas berdasarkan pengamatan histologi. Perlakuan tunggal 2,4-D dengan konsentrasi 7,5 mg/L merupakan komposisi media paling efektif untuk menginduksi kalus embrio kelapa.
Description
Finalisasi oleh Agus 28 Juli 2026
