Hubungan antara Pemenuhan Kebutuhan Kalori dan Kadar Hemoglobin dengan Tingkat VO2max Atlet Bola Basket Usia 13-15 Tahun di CBB Jember
| dc.contributor.author | Devy Eka Nazullah | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-03T02:14:58Z | |
| dc.date.issued | 2026-06-24 | |
| dc.description.abstract | Olahraga merupakan aktivitas fisik yang dapat meningkatkan kebugaran jasmani, termasuk bola basket yang merupakan salah satu olahraga intermittent dengan karakteristik dinamis, meliputi sprint, lompatan, perubahan arah, serta transisi menyerang dan bertahan yang terjadi dalam waktu singkat. Hal tersebut membutuhkan VO2max yang baik, sebab VO2max yang baik akan mempertahankan kondisi fisik secara optimal, maka dari itu dapat mengoptimalkan peningkatan prestasi atlet. Namun, berdasarkan laporan Sport Development Index (SDI) tingkat kebugaran jasmani anak usia 10-15 tahun di Indonesia pada 2024 masih didominasi kategori kurang dan kurang sekali, termasuk di Provinsi Jawa Timur. Peningkatan VO2max perlu didukung dengan pemenuhan kebutuhan kalori atau energi yang baik karena asupan yang tidak adekuat bisa membatasi kapasitas kerja aerobik tubuh, sehingga berpotensi menurunkan VO2max atlet. Proses pembentukan energi, oksigen berperan penting sebagai pendukung daya tahan tubuh. Daya tahan yang baik dipengaruhi oleh fungsi organ seperti jantung dan paru-paru yang berperan dalam mengalirkan oksigen melalui transport hemoglobin. Studi pendahuluan pada 20 atlet bola basket di CBB Jember menunjukkan sebagian besar VO2max berada pada kategori sedang, dengan masih terdapat kategori kurang, serta 30% atlet jarang mengonsumsi karbohidrat dan protein, yang mengindikasikan ketidakseimbangan antara aktivitas fisik dan asupan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemenuhan kebutuhan kalori dan kadar hemoglobin terhadap VO2max atlet bola basket yang berusia 13-15 tahun di CBB Jember. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dan metode penelitian observasional analitik. Total responden yang diteliti sebanyak 45 atlet umur 13-15 tahun. Prosedur penelitian yakni pengisian informed consent, lalu penimbangan BB dan TB setiap atlet menggunakan timbangan badan digital dan microtoise, kemudian melakukan pengukuran kadar hemoglobin dengan menggunakan alat hemoglobin meter (EasyTouch GCHb) dengan bantuan tenaga kesehatan yang terlatih, dan yang terakhir dilakukan dengan berlari dengan metode Multistage Fitness Test (MFT) dengan jarak 20 meter. Food recall 3x24 jam dilakukan saat latihan, pertandingan, dan hari libur. Analisis data pada penelitian ini menggunakan program aplikasi SPSS statictics. Analisis data menggunakan uji normalitas dengan uji Shapiro Wilk, dilanjutkan menggunakan uji Spearman Rank. Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan laik etik dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember dengan nomor 3693/UN25.8/KEPK/DL/2026. Berdasarkan karakteristik usia dan jenis kelamin atlet sebagian besar atlet berusia 13 tahun sebanyak 62,2% serta mayoritas atlet berjenis kelamin laki-laki sebanyak 68,9%. Tingkat pemenuhan kalori atlet sebagian besar dalam kategori defisit berat sebanyak 35,6%. Kadar hemoglobin atlet sebagian besar mengalami anemia sebanyak 53,3%. Sedangkan tingkat VO2max atlet sebagian besar dalam kategori sedang yakni sebesar 44,4%. Berdasarkan hasil uji Spearman Rank terdapat hubungan signifikan antara pemenuhan kebutuhan kalori terhadap tingkat VO2max nilai p-value < 0,05 (0,048 < 0,05), hal ini karena karbohidrat merupakan sumber energi utama dalam menghasilkan ATP untuk aktivitas otot, sehingga asupan kalori yang tidak mencukupi dapat mempercepat terjadinya kelelahan saat latihan maupun pertandingan. Namun, tidak terdapat hubungan signifikan antara hubungan kadar hemoglobin terhadap tingkat VO2max nilai p-value > 0,05 (0,962 > 0,05), hal ini dikarenakan bahwa tingkat VO2max tidak hanya dipengaruhi oleh kadar hemoglobin, namun berhubungan juga dengan beberapa faktor meliputi genetik, kapasitas vital paru dan komposisi tubuh. Atlet CBB Jember disarankan meningkatkan asupan energi sesuai pedoman gizi olahraga dengan tidak melewatkan waktu makan, menambah sumber karbohidrat, serta mengonsumsi snack padat energi setelah latihan agar tidak mengalami defisit energi. Selain itu, CBB Jember dapat melakukan edukasi gizi dan evaluasi kebugaran secara rutin untuk membantu menjaga performa atlet saat latihan maupun pertandingan. | |
| dc.description.sponsorship | Ruli Bahyu Antika, S.KM., M.Gizi. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/10551 | |
| dc.publisher | Fakultas Kesehatan Masyarakat | |
| dc.subject | Pemenuhan Kebutuhan Kalori | |
| dc.subject | Kadar Hemoglobin | |
| dc.subject | Tingkat VO2max | |
| dc.title | Hubungan antara Pemenuhan Kebutuhan Kalori dan Kadar Hemoglobin dengan Tingkat VO2max Atlet Bola Basket Usia 13-15 Tahun di CBB Jember | |
| dc.type | Thesis |
