Efektivitas Formulasi Konsorsium Bacillus dalam Pupuk Organik Cair untuk Mengendalikan Penyakit Hawar Daun Bakteri (Xanthomonas Oryzae) pada Tanaman Padi
Loading...
Files
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Penyakit hawar daun bakteri (HDB) yang disebabkan oleh Xanthomonas oryzae merupakan salah satu penyakit utama pada tanaman padi yang dapat menyebabkan penurunan hasil produksi. Pengendalian penyakit ini umumnya masih menggunakan bakterisida kimia yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan melalui pemanfaatan agens hayati. Salah satu agens hayati yang berpotensi digunakan adalah bakteri Bacillus subtilis (JB12), Bacillus siamensis (ST4), dan Bacillus amyloliquefaciens (LB2) yang diformulasikan dalam pupuk organik cair (POC) berbahan limbah sayur dan buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan formulasi konsorsium Bacillus dalam POC untuk menghambat Xanthomonas oryzae secara in vitro, menekan perkembangan penyakit hawar daun bakteri, serta meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman padi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Organisme Pengganggu Tanaman dan Green House Program Studi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jember menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol (P0), streptomycin sulfat 1 g/L (P1), formulasi konsorsium Bacillus dalam POC 10 mL/L (P2), 20 mL/L (P3), 30 mL/L (P4), 40 mL/L (P5), dan 50 mL/L (P6). Aplikasi dilakukan melalui perendaman benih, pencelupan akar, dan penyemprotan secara berkala pada tanaman padi varietas IR64. Variabel pengamatan penelitian ini meliputi daya hambat, masa inkubasi, kejadian penyakit hawar daun bakteri, keparahan penyakit, pertumbuhan tanaman dan produksi tanaman. Analisis data menggunakan ANNOVA (Analysis of variance) dan jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) dengan taraf kepercayaan 5%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa isolat B. subtilis, B. siamensis, dan B. amyloliquefaciens mampu menghambat pertumbuhan X. oryzae secara in vitro yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat pada metode paper disk dan diffusion of agar. Formulasi konsorsium Bacillus dalam POC menghasilkan zona hambat sebesar 9,25–11,81 mm pada metode diffusion of agar dan 5,19 6,81 mm pada metode paper disk. Aktivitas penghambatan ini diduga disebabkan oleh kemampuan Bacillus menghasilkan antibiotik, siderofor, enzim hidrolitik, serta metabolit sekunder yang bersifat antagonis terhadap patogen. pengaplikasi formulasi konsorsium Bacillus dalam POC juga mampu memperlambat perkembangan penyakit hawar daun bakteri. Keparahan penyakit tertinggi terdapat pada kontrol (P0) sebesar 77,7% yang berbeda nyata dengan seluruh perlakuan formulasi. Perlakuan P4 (30 mL/L) menunjukkan efektivitas terbaik dengan keparahan penyakit sebesar 57,4%, lebih rendah dibandingkan perlakuan lainnya. Hasil tersebut menunjukkan bahwa konsentrasi 30 mL/L merupakan konsentrasi optimum yang mampu menjaga keseimbangan populasi mikroorganisme antagonis sehingga aktivitas penghambatan patogen berlangsung maksimal.
Description
Finalisasi September 2026_Yudi
