Hubungan Asupan Makanan dan Aktifitas Fisik terhadap Kontrol Glukosa Darah Pasien Diabetes Melitus tipe II di Puskesmas Kedungwungu, Banyuwangi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Diabetes Melitus (DM) tipe II merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. Penyakit tersebut menjadi masalah kesehatan global. Prevalensi pasien didunia pada tahun 2015 mencapai 415 juta penduduk dewasa dengan rata-rata usia 20-79 tahun. Indonesia memiliki prevalensi penyakit diabetes mellitus tipe II pada tahun 2023, pasien tercatat 11,7% dari seluruh penduduk Indonesia dengan rata-rataْ usiaْ ≥15ْ tahun.ْ Banyuwangiْ tercatatْ memilikiْ prevalensi pasien pada tahun 2024, sebanyak 26.678 pasien. Asupan makan (karbohidrat, lemak, protein, dan kalori) yang tidak seimbang dan rendahnya aktivitas fisik dapat mempengaruhi kontrol glukosa darah pada pasien Diabetes melitus tipe II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan makanan dan aktivitas fisik terhadap kadar glukosa darah puasa (GDP) pada pasien Diabetes melitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Kedungwungu, Banyuwangi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan Februari–Maret 2026 dengan jumlah sampel sebanyak 81 pasien yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data diperoleh melalui pengisian kuesioner NutriSurvey dan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), serta hasil pemeriksaan kadar GDP pasien. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal sehingga analisis menggunakan uji korelasi Spearman dan Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif lemah antara asupan karbohidrat dan kadar GDP (r=0.230; p=0.039), hubungan positif sedang antara asupan lemak dan kadar GDP (r=0.492; p<0.001), hubungan negatif kuat antara asupan protein dan kadar GDP (r=-0.743; p<0.001), serta hubungan positif kuat antara total asupan kalori dan kadar GDP (r=0.722; p<0.001). Aktivitas fisik juga menunjukkan hubungan bermakna dengan kadar GDP berdasarkan uji Kruskal-Wallis (p=0.020) dan korelasi Spearman (r=-0.312; p=0.005), menunjukkan semakin tinggi aktivitas fisik maka kadar GDP cenderung lebih rendah. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara asupan makanan dan aktivitas fisik terhadap kadar glukosa darah puasa pada pasien Diabetes melitus tipe II. Pengaturan pola makan dan peningkatan aktivitas fisik diperlukan sebagai upaya pengendalian kadar glukosa darah pada pasien Diabetes melitus tipe II.
Description
Validasi dan Finalisasi Repositori File 21 Agustus 2026_Kholif Basri
