Pengaruh Temperatur dan Waktu Reaksi Terhadap Minyak Pirolsis Bahan Plastik Low Density Polyethylene dan Polystyrene

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

fakultas teknik

Abstract

Plastik di dunia ini semakin meningkat dengan perkembangan teknologi, industry, dan jumlah populasi penduduk. Banyak upaya yang telah dilakukan untuk menguraikan bahan-bahan sampah plastik tersebut dan mengkonversikannya menjadi bahan bakar karena melihat dari sifat penyusun sampah plastik yaitu berupa hidrokarbon. Metode yang banyak dilakukan pada penelitian sebelumnya menggunakan proses pirolisis yang merupakan reaksi depolimerisasi yang mana pada suhu tinggi mengikuti mekanisme radikal bebas dan sangat cocok untuk senyawa yang memiliki derajat polimerisasi yang tinggi. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui jumlah minyak yang dihasilkan oleh bahan plastik low density polyethylene dan polystyrene dengan temperatur dan waktu reaksi. Penelitian ini mengggunakan metode eksperimental dengan melakukan variasi temperatu dan waktu reaksi. Proses penelitian ini menggunakan plastik dengan berat 300 gram, variasi temperatur 295°C-305°C, 345°C-355°C, 395°C 105°C, waktu reaksi 40, 60 80 menit. Hasil minyak pirolisis ini akan di uji dengan pengujian densitas, viskositas, dan nilai kalor. Proses pirolisis polystyrene memperoleh hasil terbanyak pada temperatur 395°C-405°C dengan waktu reaksi 80 menit menghasilkan minyak 148 ml. Plastik low density polyethylene memperoleh minyak terbanyak sejumlah 128 ml dengan temperatur 395°C-405°C pada waktu reaksi 80 menit. Hasil pengujian dari densitas, viskositas dan nilai kalor adalah sebagai berikut PS 0,874985 gram/cm3 LDPE 0,769888 gram/cm3, PS 5,293 mm2/s LDPE 6,131 mm2/s, PS 23,6 MJ/kg LDPE 21,2 MJ/kg. Jumlah Minyak yang dihasilkan pada bahan plastik PS dan LDPE dipengaruhi oleh temperatur dan waktu reaksi. Semakin tinggi temperatur dan waktu reaksi yang digunakan maka hasil minyak semakin banyak. Ikatan C pada temperatur yang lebih tinggi meningkatkan produksi hidrokarbon yang lebih panjang. Temperatur yang lebih rendah dari 450°C meningkatkan arang dan menurunkan hasil minyak cair. Plastik memiliki ikatan senyawa hidrokarbon (CH) karena CH adalah sifat dari bahan bakar. Semakin tinggi temperatur menyebakan terdekomposisi ikatan CH yang menghasilkan minyak yang banyak. semakin naik temperatur menyebabkan gerakan molekul semakin cepat (tumbukan antara molekul pereaksi meningkat) atau energi yang dimiliki molekul bisa mengatasi energi aktivasi dengan kata lain perubahan suhu akan mempengaruhi probabilitas atau peluang molekul dengan energi yang sama atau lebih tinggi dari energi aktivasi. Pengaruh waktu reaksi terhadap pirolisis dapat juga dipengaruhi oleh dimensi reaktor pirolisis dan kecepatan dari elemen pemanas ke bahan plastik yang ada pada tabung reaktor. Pipa kondensor juga mempengaruhi hasil dari pirolisis, pipa semakin panjang juga akan memakan waktu yang cukup lama.

Description

reupload file repository 15 april 2026 izza/toufik

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By