Implementasi Edukasi Perilaku Senam Ergonomis pada Pasien Gout Arthritis di Wilayah Kerja Puskesmas Padang
| dc.contributor.author | Iqmatus Shofiyatun Nismah | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-09T07:33:10Z | |
| dc.date.issued | 2026-05-20 | |
| dc.description | Finalisasi 9 Juli 2026_Yudi | |
| dc.description.abstract | Gout arthritis merupakan penyakit akibat gangguan metabolisme purin yang ditandai dengan peningkatan kadar asam urat dalam darah sehingga menimbulkan nyeri sendi, pembengkakan, serta keterbatasan aktivitas. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada aspek fisik, tetapi juga memerlukan dukungan keluarga dalam pengelolaannya. Namun, masih banyak keluarga yang belum optimal dalam mengelola kesehatan anggota keluarga yang sakit akibat kurangnya pengetahuan dan keterlibatan dalam perawatan, sehingga diperlukan upaya peningkatan koping keluarga. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah senam ergonomis yang dikombinasikan dengan edukasi kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi status koping keluarga dan kondisi pasien gout arthritis melalui implementasi senam ergonomis. Desain penelitian menggunakan studi kasus. Partisipan yaitu pasien dengan gout arthritis dalam keluarga yang terdaftar di wilayah kerja Puskesmas Padang, memiliki kadar asam urat di atas normal, memenuhi kriteria diagnosis kesiapan peningkatan koping keluarga, kooperatif, dan bersedia menjadi partisipan. Intervensi utama berupa edukasi perilaku upaya kesehatan yang dikombinasikan dengan implementasi senam ergonomis selama 2 minggu dalam 4 kali pertemuan. Penelitian dilakukan pada tanggal 13–24 April 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan intervensi terjadi peningkatan koping keluarga yang ditandai dengan meningkatnya pengetahuan, keterlibatan keluarga dalam perawatan, serta perubahan perilaku sehat. Selain itu, terjadi penurunan skala nyeri dari 6 (sedang) menjadi 3 (ringan), serta penurunan kadar asam urat dari 8,9 mg/dL menjadi 7,1 mg/dL. Pasien juga mampu melakukan senam ergonomis secara mandiri. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi edukasi perilaku senam ergonomis efektif dalam meningkatkan koping keluarga dan membantu menurunkan gejala pada pasien gout arthritis. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif intervensi nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan | |
| dc.description.sponsorship | Rizeki Dwi Fibriansari, S.Kep., Ners., M.Kep. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/10865 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keperawatan | |
| dc.subject | Gout Arthritis | |
| dc.subject | Senam Ergonomis | |
| dc.subject | Koping Keluarga | |
| dc.subject | Asam Urat | |
| dc.title | Implementasi Edukasi Perilaku Senam Ergonomis pada Pasien Gout Arthritis di Wilayah Kerja Puskesmas Padang | |
| dc.type | Other |
