Pengaruh Lama Penyimpanan Plant Growth Promoting Endophyte (PGPE) Perakaran Tanaman Bambu (Bambusa sp.) Terhadap Pertumbuhan Benih Tanaman

dc.contributor.authorM.Nurus Shobah Ainul Izzah
dc.date.accessioned2026-02-19T03:34:14Z
dc.date.issued2025-06-25
dc.descriptionreupload file repositori 19 Februari 2026_Kholif/Keysa
dc.description.abstractPenggunaan pupuk kimia yang mengandung unsur hara tinggi telah lama menjadi andalan dalam pertanian, namun dampak negatifnya terhadap lingkungan mendorong pencarian solusi yang lebih berkelanjutan. Salah satu inovasi yang berkembang adalah pemanfaatan mikroba tanah, khususnya bakteri endofit, sebagai biofertilizer. Bakteri endofit merupakan mikroorganisme yang hidup dalam jaringan tanaman tanpa menimbulkan gejala penyakit, serta mampu menyediakan nutrisi, memproduksi hormon pertumbuhan, dan bertindak sebagai agen biokontrol. Salah satu kelompok bakteri endofit yang potensial adalah Plant Growth Promoting Endophytic Bacteria (PGPE) yang dapat mendukung pertumbuhan tanaman. Meskipun demikian, efektivitas PGPE sangat dipengaruhi oleh masa simpannya, sehingga penting untuk mengevaluasi stabilitas dan performa PGPE selama penyimpanan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Plant Natural Medicine Terpadu IsDB Agrofarmaka, Fakultas Pertanian Universitas Jember pada bulan Oktober 2024 hingga Januari 2025. Penelitian dirancang menggunakan pendekatan eksperimental dengan kombinasi perlakuan antara jenis konsorsium PGPE dan lama masa simpan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor: jenis konsorsium (kontrol, PGPR Geogreen, PGPR Bactegrowth, dan PGPE dari akar bambu) dan masa simpan (1–12 minggu), menghasilkan 48 kombinasi perlakuan dan total 288 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi antara jenis konsorsium dan lama penyimpanan memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan tanaman, khususnya pada tinggi tanaman, panjang akar, dan warna daun. Jenis konsorsium PGPE juga terbukti memberikan pengaruh positif terhadap daya berkecambah, jumlah daun, dan parameter pertumbuhan lainnya. Selain itu, masa simpan turut memengaruhi efektivitas bakteri, dengan hasil terbaik diperoleh hingga minggu keempat hingga kelima penyimpanan. PGPE menunjukkan efektivitas paling tinggi dalam merangsang pertumbuhan tanaman dibandingkan perlakuan lainnya, khususnya pada minggu ke-4 dan ke-5 dengan tinggi tanaman mencapai 7,19 cm dan daya berkecambah hingga 96,1%. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa PGPE yang diisolasi dari akar bambu memiliki potensi besar sebagai pemacu pertumbuhan tanaman dan dapat menjadi solusi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta mendukung sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan
dc.description.sponsorshipDPU : Irwanto Sucipto S.P., M.Si DPA : -
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3681
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Pertanian
dc.subjectPGPE (Plant Growth Promoting Endophyte)
dc.subjectbakteri endofit
dc.subjectakar bambu
dc.subjectmasa simpan
dc.subjectbiofertilizer
dc.subjectdaya berkecambah
dc.subjectpertumbuhan benih
dc.subjectpertanian berkelanjutan
dc.titlePengaruh Lama Penyimpanan Plant Growth Promoting Endophyte (PGPE) Perakaran Tanaman Bambu (Bambusa sp.) Terhadap Pertumbuhan Benih Tanaman
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
M. Nurus Shobah Ainul Izzah - 211510501040.pdf
Size:
1.79 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: