Analisis Kelayakan Ekonomi Life Of Mine (LOM) Pada Desain Pit Tambang Emas

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Teknik

Abstract

Pertambangan merupakan kegiatan manusia yang dimulai dari prospeksi umum serta diakhiri dengan reklamasi dan pasca tambang. Metode penambangan yang sering dilakukan di Indonesia adalah metode open pit mining. Pembuatan desain pit mengikuti bentuk dari badan bijih. Desain pit akan berpengaruh terhadap keekonomian perusahaan karena menentukan jumlah material yang akan ditambang. Selain itu, penjadwalan juga akan berpengaruh terhadap keekonomian perusahaan karena menentukan jumlah alat yang akan digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kelayakan ekonomi dari desain pit dan penjadwalan produksi yang dibuat. Penelitian dimulai dari studi literatur dan perumusan masalah. Setelah itu dilakukan pengumpulan data untuk penelitian. Data yang diambil merupakan data sekunder yang berasal dari perusahaan dan studi literatur. Data awal merupakan blok model sumber daya yang dipotong oleh COG untuk menghasilkan blok model cadangan. COG tersebut merupakan hasil perhitungan berdasarkan rencana kerja anggaran biaya perusahaan dan PP No. 19 Tahun 2025. Pembuatan desain pit dilakukan berdasarkan blok model cadangan. Desain pit akan menghasilkan total material yang digunakan untuk penjadwalan produksi. Penjadwalan produksi dilakukan dengan menghitung produktivitas alat gali muat dan kebutuhannya. Selanjutnya produktivitas alat gali muat digunakan sebagai patokan pada software tambang. Hasil luaran perhitungan software tambang tersebut merupakan elevasi penambangan yang dilakukan setiap tahun. Elevasi penambangan yang berbeda setiap tahun menyebabkan jarak tempuh pada alat angkut yang berbeda. Perbedaan jarak tempuh tersebut mempengaruhi cycle time, sehingga berdampak pada produktivitas dan kebutuhan alat angkut. Langkah terakhir dalam penelitian adalah melakukan analisis kelayakan ekonomi pada material hasil penjadwalan produksi menggunakan metode net present value, internal rate of return dan payback period. Hasil report blok model sumber daya menunjukkan sumber daya emas adalah 3.594.781 ton dengan kadar 1,85 gram/ton. Perhitungan COG berdasarkan rencana kerja anggaran biaya perusahaan dan PP No. 19 Tahun 2025 adalah 0,23 gram/ton. Sehingga cadangan yang dihasilkan sebesar 2.896.853 ton dengan kadar 2,28 ton. Cadangan tersebut dilakukan desain pit yang menghasilkan total material 34.615.067 ton. Total material tersebut dilakukan penjadwalan produksi dengan menghitung kebutuhan alat gali muat dan alat angkut. Kebutuhan alat gali muat berdasarkan hasil perhitungan software tambang adalah 2 unit pada tahun pertama dan kedua serta 1 unit pada tahun ketiga. Software tambang menghasilkan elevasi penambangan setiap tahun yang berbeda. Sehingga cycle time pada alat angkut akan berbeda setiap tahun. Cycle time alat angkut tahun petama adalah 737,6 detik, tahun kedua adalah 935,5 detik dan tahun ketiga adalah 991,4 detik. Cycle time yang berbeda tersebut secara akan berdampak pada produktivitas alat angkut. Produktivitas alat angkut tahun pertama adalah 148,9 ton/jam, tahun kedua adalah 117,4 ton/jam serta tahun ketiga adalah 110,8 ton/jam. Perbedaan cycle time tahunan tersebut juga memberikan dampak pada kebutuhan alat angkut. Kebutuhan alat angkut tahun pertama adalah 14 unit, tahun kedua adalah 17 unit, serta tahun ketiga adalah 9 unit. Hasil perhitungan kelayakan ekonomi menunjukkan net present value (NPV) Rp64.553.961.637,09 dan IRR sebesar 28,1% serta payback period 1 tahun 9,72 bulan. Hal tersebut memberi arti bahwa tambang emas tersebut layak untuk dilakukan penambangan.

Description

Reupload Repositori File 05 Februari 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By