Kapasitas Organisasi dalam Pelaksanaan Fungsi Puskesmas (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Umbulsari dan Puskesmas Nogosari)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Puskesmas mengukur dan meningkatkan kinerjanya dengan berpedoman pada Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP). Penilaian Kinerja Puskesmas wajib dilakukan supaya pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh puskesmas dapat berjalan baik, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan secara optimal melalui pelayanan kesehatan yang terukur dan berkualitas dalam rangka mendukung pembangunan kesehatan. Berdasarkan data hasil PKP di Kabupaten Jember tahun 2021-2024 diketahui bahwa terdapat fluktuasi kinerja puskesmas dengan kecenderungan belum maksimal dan berkategori kinerja kurang dengan rata-rata nilai 79,97%. Berdasarkan data, ditemukan masalah yaitu adanya kesenjangan hasil PKP antara Puskesmas Nogosari dan Puskesmas Umbulsari.Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kapasitas organisasi di wilayah kerja Puskesmas Umbulsari dan Puskesmas Nogosari. Kapasitas organisasi yang diteliti adalah kepemimpinan, pengelolaan SDM, dan manajemen proses.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Unit analisis penelitian ini adalah Puskesmas. Responden penelitian ini adalah kepala puskesmas, kepala tata usaha, dan seluruh koordinator program kesehatan, manajemen, dan mutu Penilaian Kinerja Puskesmas di wilayah kerja Puskesmas Umbulsari dan Puskesmas Nogosari dengan total responden 44 responden. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu kepemimpinan di Puskesmas Umbulsari berkategori sangat baik dengan persentase 86,4%. Pengelolaan SDM dan manajemen proses di Puskesmas Umbulsari mendapat penilaian sangat baik dari responden. Kepemimpinan di Puskesmas Nogosari berkategori baik (90%), fungsi kepemimpinan yang mendapat penilaian tidak baik adalah fungsi konsultasi (65%). Secara keseluruhan pengelolaan SDM di Puskesmas Nogosari tergolong baik, namun penilaian tidak baik ditemukan pada indikator pelatihan dan pengembangan serta kompensasi. Manajemen proses di Puskesmas Nogosari masuk dalam kategori baik.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah Puskesmas Umbulsari memiliki kepemimpinan, pengelolaan SDM, dan manajemen proses yang sangat baik. Puskesmas Nogosari memiliki kepemimpinan, pengelolaan SDM, dan manajemen proses yang baik. Saran yang dapat diberikan kepala Puskesmas Nogosari perlu untuk melakukan fungsi konsultasi kepemimpinannya dengan lebih baik, Puskesmas Nogosari perlu untuk mengadakan program pelatihan dan pengembangan secara khusus bagi pegawai untuk menunjang dan meningkatkan kompetensi pegawai dalam upaya peningkatan kinerja puskesmas. Sistem kompensasi di Puskesmas Nogosari perlu untuk diperbaiki. Puskesmas Umbulsari perlu untuk melakukan sosialisasi ke puskesmas lain dengan tujuan untuk membagikan pengalamannya dalam melaksanakan fungsi puskesmas secara maksimal. Penelitian selanjutnya diharapkan untuk meneliti faktor kinerja organisasi lainnya yaitu motivasi organisasi dan lingkungan. Penelitian selanjutnya perlu menambahkan faktor budaya-sosio antropologi untuk membandingkan puskesmas yang tingkat kinerjanya berbeda.
Description
Reupload file repositori 12 Mar 2026_Maya
