Pengembangan Media Educaplay Dengan Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) Dan Efektivitasnya Terhadap Kesadaran Sejarah Dan Hasil Belajar Peserta Didik Menggunakan Model Addie

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Urgensi pembelajaran sejarah, khususnya di lingkup Sekolah Menengah Atas/Kejuruan tidak hanya untuk mentransfer pengetahuan faktual, tetapi juga membentuk kesadaran sejarah peserta didik melalui pendekatan yang relevan dengan latar belakang budaya mereka. Kesadaran sejarah sebagai salah satu tujuan pembelajaran yang harus dicapai peserta didik dapat dicapai dengan melakukan inovasi media pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan responsif terhadap keberagaman. Media pembelajaran yang dapat meningkatkan kesadaran sejarah yaitu media Educaplay. Educaplay merupakan platform pembelajaran digital berbasis web yang menyediakan berbagai fitur untuk mengakomodasi keberagaman gaya belajar peserta didik. Sifat sejarah yang naratif dan kompleks seringkali menyebabkan peserta didik kesulitan memahami makna di balik fakta historis. Melalui Educaplay, materi sejarah dapat disampaikan secara lebih kontekstual dan menyenangkan, sehingga memudahkan peserta didik untuk mengaitkan peristiwa sejarah dengan realitas kehidupan mereka saat ini. Pengembangan media Educaplay didasarkan pada kemampuan awal dan gaya belajar peserta didik yang diketahui melalui penyebaran angket analisis kebutuhan dan performansi. Penyebaran angket analisis kebutuhan peserta didik yang dilakukan di SMKN 4 Jember menunjukkan hasil, yaitu: 27% peserta didik menyukai pembelajaran sejarah dan 73% peserta didik tidak menyukai pembelajaran sejarah. Dalam tingkat kognitif, 27% peserta didik dalam level kognitif sangat rendah, 33% peserta didik dalam level kognitif cukup rendah, 24% peserta didik dalam level kognitif baik, dan 15% peserta didik dalam level kognitif sangat baik. Sedangkan gaya belajar peserta didik menunjukkan bahwa 27% peserta didik audiotory, 24% peserta didik visual, 39% peserta didik kinestetik, 6% peserta didik visual audiotory, dan 3% peserta didik visual dan kinestetik. Berdasarkan kondisi tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana proses pengembangan media Educaplay dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam pembelajaran sejarah menggunakan model ADDIE?; (2) Bagaimana hasil validasi ahli terhadap pengembangan media Educaplay dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam pembelajaran sejarah menggunakan model ADDIE?; (3) Bagaimana efektivitas penggunaan media Educaplay dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) terhadap Kesadaran Sejarah dan Hasil Belajar Peserta Didik?. Sedangkan, tujuan dari penelitian ini ialah: (1) Untuk menghasilkan media Educaplay dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam pembelajaran sejarah menggunakan model ADDIE; (2) Untuk menghasilkan produk berupa kuis interaktif melalui media Educaplay dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) menggunakan model ADDIE yang tervalidasi ahli; (3) Untuk menguji efektivitas penggunaan media Educaplay dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) terhadap Kesadaran Sejarah dan Hasil Belajar Peserta Didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Educaplay efektif dalam meningkatkan kesadaran sejarah dan hasil belajar peserta didik. Penyusunan media Educaplay dilakukan dengan melalui validasi ahli. Hasil validasi bidang studi menerima peringkat "Layak digunakan, perlu revisi sedikit", mencapai nilai 4,1. Validasi ahli desain media mencapai 4,6, dan untuk validasi ahli bahasa mencapai persentase 4,8 dengan peringkat kelayakan “Layak digunakan, tidak perlu revisi”. Sedangkan tahap uji coba pengguna memperoleh hasil 4,3 dengan kualifikasi "Layak digunakan, perlu revisi sedikit”. Hasil uji efektivitas media Educaplay terhadap kesadaran sejarah pada kelompok kecil yaitu sebesar 0,61 dan uji coba lapangan yaitu sebesar 0,97 yang artinya masuk kedalam kategori tingkat keefektivan large effect. Artinya produk yang dikembangkan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran serta media yang dikembangkan memiliki pengaruh yang tinggi dalam meningkatkan kesadaran sejarah. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini ialah media Educaplay dikembangkan sesuai dengan tahapan model ADDIE. Setelah melalui proses pengembangan, dilanjutkan dengan memvalidasi produk kepada ahli bahasa, ahli media, dan ahli bidang studi. Media ini telah tervalidasi ahli dan layak digunakan untuk pembelajaran sejarah serta dapat meningkatkan efektivitas kesadaran sejarah dan hasil belajar peserta didik. Saran dari penelitian ini adalah, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaan media Educaplay dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) efektif dalam meningkatkan kesadaran sejarah dan hasil belajar. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami dampak media tersebut pada tujuan pembelajaran sejarah lainnya sesuai standar BSKAP.

Description

Reupload Repositori File 28 Januari 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By