Implementasi Kompres Dingin Untuk Menurunkan Nyeri Akut pada Pasien Pasca Hemodialis di Ruang Kenanga RSUD Dr. Haryoto Lumajang

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Penyakit Ginjal Kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan global yang terus mengalami peningkatan, terutama di negara berkembang. PGK menyebabkan disfungsi permanen pada ginjal, yang mengakibatkan gangguan keseimbangan cairan, elektrolit, dan metabolisme tubuh. Salah satu terapi pengganti ginjal yang umum digunakan adalah hemodialisis (HD). Namun, prosedur HD dapat menyebabkan nyeri akibat insersi pada pembuluh darah dan jaringan kulit, yang menimbulkan masalah keperawatan nyeri akut. Penanganan nyeri menjadi penting dalam perawatan pasien HD, salah satunya dengan terapi nonfarmakologis seperti kompres dingin. Kompres dingin terbukti efektif mengurangi nyeri melalui mekanisme vasokonstriksi dan hambatan transmisi impuls nyeri. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi kompres dingin pada pasien HD dengan masalah keperawatan nyeri akut di RSUD dr. Haryoto Lumajang tahun 2025. Laporan tugas akhir ini menggunakan desain studi kasus. Partisipan yaitu Tn M yang rawat inap di ruang kenanga dengan indikasi GGK dan direncanakan HD, usia 42 tahun, kesadaran composmentis, memenuhi 100% kriteria mayor dan kriteria minor yakni nafsu makan menurun. Intervensi yang diberikan yaitu kompres dingin dengan menggunakan ice bag. Kompres dingin dilakukan dengan durasi 15-20 menit setiap kali nyeri dirasakan selama 4 hari. Hasil penelitian menunjukkan setelah implementasi selama 4 hari didapatkan penurunan skala nyeri dari 6 menjadi 0 membuktikan bahwa penggunaan ice bag sebagai media kompres dingin memberikan hasil terapeutik yang cepat dan signifikan, dibandingkan dengan metode kompres dingin menggunakan larutan NaCl fisiologis yang hanya memberikan efek penurunan nyeri minimal dan bersifat sementara (biasanya turun 1–2 skala NRS dalam 24 jam). Dengan demikian, tujuan tercapai dan membaiknya kriteria hasil ditandai dengan keluhan nyeri menurun, meringis menurun, sikap protektif menurun, gelisah menurun, kesulitan tidur menurun, frekuensi nadi membaik. Rekomendasi dari studi kasus ini yaitu bagi peneliti melakukan tindakan kompres dingin menggunakan NaCl sesuai peneliti sebelumnya untuk mengetahui perbedaan efek kompres dingin basah dan kering. Bagi perawat bisa menerapkan kompres dingin sebagai intervensi pada pasien GGK yang mengalami nyeri pada pasien pasca HD

Description

Reupload file repository 19 Februari 2026_Yudi

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By