Studi Eksplorasi dan Analisis Keanekaragaman Berdasarkan Frekuensi Burung Insektivora Pada Agroforestri Kopi di Beberapa Tipe Penaung
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Agroforestri kopi merupakan sistem budidaya pertanian yang
menggabungkan tanaman pertanian dengan pohon. Fungsi pohon penaung pada
agroforestri adalah sebagai habitat bagi satwa liar, seperti burung insektivora.
Burung sangat mengandalkan frekuensi suara untuk berkomunikasi.
Keanekaragaman frekuensi di suatu area menunjukkan potensi keanekaragaman
spesies burung dan menggambarkan kualitas suatu habitat. Oleh sebab itu,
dibutuhkan analisis keanekaragaman frekuensi burung insektivora pada
agroforestri kopi di beberapa tipe penaung. Penelitian ini menggunakan metode
purposive sampling melalui pengambilan data burung insektivora pada radius point
count 20 meter di tiga lokasi pengamatan yaitu di Desa Pace dan Desa Kaliwining
di Kabupaten Jember, serta Desa Sukorejo di Kabupaten Bondowoso. Pengamatan
dilakukan selama 20 menit selama pagi hari, diulang sebanyak 3 kali pada setiap
lokasi. Selain itu, penelitian juga melakukan pengambilan data faktor fisik
lingkungan. Data hasil pengamatan ditabulasi dan dianalisis menggunakan indeks
ekologi yaitu keanekaragaman, kekayaan jenis dan kesemarataan jenis, dilanjut
dengan analisis menggunakan Canonical Correlation Analysis (CCA). Hasil
menunjukkan bahwa ketiga lokasi penelitian memiliki nilai keanekaragaman
Shannon-Wiener yang tergolong sedang, dimana indeks di Desa Pace (H’= 2,35),
Desa Sukorejo (H’= 2,34) dan Desa Kaliwining (H’= 1,62). Kemeraatan jenis
burung insektivora di Desa Pace dan Desa Sukorejo tergolong stabil (E= 0,85) dan
(E= 0,84), sedangkan Desa Kaliwining (E= 0,6) adalah labil. Kekayaan jenis
burung insektivora di Desa Pace (Dmg= 2,89) dan Desa Sukorejo (Dmg= 3,05)
tergolong sedang, sedangkan Desa Kaliwining tergolong rendah (Dmg= 2,05)
Description
Entry oleh Arif 2026 April 13
