Kesiapan Sekolah Menerapkan Pembelajaran Mendalam pada Layanan PAUD Inklusif di TKIT Buah Hati Kita
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Pendidikan anak usia dini saat ini tengah menghadapi tantangan serius
akibat krisis pembelajaran nasional. Kajian ini merespons mandat transformasi
pendidikan nasional sesuai Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 mengenai
pendekatan pembelajaran mendalam (PM). Landasan penelitian mengacu pada
urgensi global dan nasional mengenai pemenuhan hak pendidikan inklusif tanpa
diskriminasi. Rumusan masalah berfokus pada kondisi kesiapan sekolah dalam
menjalankan PM di layanan inklusi. Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan
tingkat kematangan institusional sekolah pada dimensi praktik, lingkungan,
teknologi, dan kemitraan. Manfaat penelitian diharapkan memberi kontribusi
teoretis sekaligus bahan refleksi bagi para pemangku kebijakan.
Tinjauan pustaka menjelaskan bahwa PM menekankan pengalaman belajar
yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Konsep inklusi menuntut
penyesuaian sistem sekolah terhadap kebutuhan beragam peserta didik, bukan
sebaliknya. Secara operasional, konsep ini diimplementasikan melalui kerangka
kerja pedagogis seperti ADLX INTROFLEX dan alur TERPADU. Tujuan
utamanya adalah memicu daya inkuiri melalui aktivitas interaktif dan strategi
diferensiasi yang terus diperbarui agar relevan dengan kebutuhan unik tiap anak.
Kesiapan sekolah mencerminkan kemampuan lembaga dalam merespons tuntutan
kebijakan pendidikan yang sedang berlaku, antara lain PM dan inklusi.
Metode penelitian kualitatif deskriptif digunakan untuk menggali fakta di
lapangan secara menyeluruh. Penelitian bertempat di TKIT Buah Hati Kita Jember
selama semester genap tahun 2026. Kepala sekolah dan dewan guru dipilih menjadi
subjek penelitian melalui teknik purposive sampling. Data primer diperoleh melalui
observasi partisipatif serta wawancara mendalam dengan para informan. Analisis
dokumen dan arsip operasional lembaga digunakan sebagai sumber data sekunder.
Seluruh data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang
meliputi reduksi, penyajian, hingga penarikan kesimpulan.
Temuan menunjukkan lembaga telah memiliki kematangan administratif
melalui adopsi kerangka kerja pedagogis yang transformatif. Implementasi
operasional menghadapi tantangan karena strategi diferensiasi masih menggunakan
data asesmen lama. Aksesibilitas fisik juga belum memadai akibat adanya tangga
dan jalur ramp yang curam. Pemanfaatan teknologi digital juga masih bersifat pasif
serta terbatas pada penayangan video searah saja. Praktik pemisahan fisik terhadap
siswa tertentu terkadang masih dilakukan untuk menjaga kondusivitas kelas.
Agenda manajerial yang padat juga sering mengganggu konsistensi pendampingan
guru terhadap siswa.
Penelitian menyimpulkan bahwa kesiapan sekolah saat ini masih terfokus
pada penguatan dokumen rencana pembelajaran. Inklusi substantif belum
sepenuhnya tercapai karena hambatan pada interaksi harian serta fasilitas fisik.
Peneliti menyarankan penataan ulang tata kelola agar urusan administratif tidak
mendistraksi kebutuhan pedagogis anak. Pembaruan data asesmen fungsional
setiap semester sangat penting agar program pembelajaran tetap relevan. Teknologi
digital sebaiknya diarahkan pada aktivitas interaktif guna memicu daya inkuiri
peserta didik. Sinergi dengan orang tua perlu diperkuat untuk menyamakan visi
pengasuhan inklusif yang berkelanjutan. Terakhir, diperlukan koordinasi rutin
dengan pemerintah daerah guna menyelaraskan implementasi kebijakan bantuan
operasional di lapangan.
Description
Validasi file repositori 27 Juli 2026_Firli
