Komparasi Pendapatan Usahatani Bawang Merah Benih Umbi dan Bibit True Shallots Seed di Kabupaten Bojonegoro
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura
yang masuk ke dalam jenis sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan peluang
pasar yang besar. Berdasrkan data Badan Pusat Statistik 2024, produksi bawang
merah di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2023 sebesar 264.506 Kwintal. Petani
bawang merah di Kabupaten Bojonegoro pada umumnya melakukan budidaya
bawang merah dengan menggunakan jenis benih berupa benih umbi, karena lebih
mudah diaplikasikan dan memiliki umur panen yang relatif cepat. Namun,
Penggunaan benih umbi sebagai jenis benih memiliki beberapa kelemahan, antara
lain biaya benih umbi yang tinggi, ketersediaan terbatas, dan kualitas yang semakin
menurun.
Berdasarkan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas
Ketahanan Pangan dan Pertanian mengarahkan petani untuk menggunakan bibit
True Shallots Seed. Menurut penjelasan kepala Dinas Ketahanan Pangan dan
Pertanian Kabupaten Bojonegoro, penggunaan bibit True Shallots Seed menjadi
upaya pemerintah agar dapat mengatasi permasalahan harga benih umbi yang
tinggi, menekan biaya produksi bawang merah dan meningkatkan produksi dan
kualitas tanaman bawang merah yang dihasilkan. Budidaya dengan menggunakan
benih umbi dan bibit True Shallots Seed memiliki perbedaan yang signifikan dari
segi volume kebutuhan, biaya input produksi, proses budidaya, umur panen, dan
jumlah produksi yang dihasilkan. Adanya hal tersebut tentunya akan berdampak
terhadap pendapatan yang diterima petani. Penelitian ini bertujuan untuk (1)
mengetahui perbedaan pendapatan usahatani bawang merah benih umbi dan bibit
True Shallots Seed (2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan
usahatani bawang merah benih umbi dan bibit True Shallots Seed.
Description
Entry oleh Arif 2026 Maret 16
