Sejarah Moda Transportasi KRL Commuterline Jabodetabek Tahun 2011-2020
| dc.contributor.author | Muhammad Jimmy The Raharjo | |
| dc.date.accessioned | 2026-03-26T02:16:54Z | |
| dc.date.issued | 2025-06-11 | |
| dc.description | Reupload Repository Maya 25 Maret 2026 | |
| dc.description.abstract | Penelitian ini membahas mengenai perkembangan KRL Commuterline di wilayah Jabodetabek dari tahun 2011 hingga tahun 2020 Rumusan masalah mencakup penyebab dioperasikannya KRL Commuterline Jabodetabek, proses perkembangannya, serta dampak sosial dan ekonominya. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan sosiologi ekonomi, dan teori manajemen transportasi. Ruang lingkup spasial penelitian ini adalah wilayah Jabodetabek, sementara ruang lingkup temporalnya mencakup tahun 2011 saat mulai dioperasikannya KRL Commuterline Jabodetabek, hingga tahun 2020 saat diberlakukannya pembatasan operasi akibat pandemi covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan KRL Commuterline Jabodetabek menjadi moda transportasi yang lebih modern merupakan respons terhadap melonjaknya jumlah penduduk Jabodetabek. Hal tersebut menyebabkan kemacetan yang semakin parah. Semakin luasnya persebaran penduduk di wilayah peri-urban menyebabkan dibutuhkannya moda transportasi umum yang dapat menjangkau itu. Kondisi KRL sebelumnya yang memprihatinkan juga menjadi salah satu penyebab dioperasikannya KRL Commuterline Jabodetabek. Beberapa pengembangan yang dilakukan mulai dari tahun 2011-2012 yang menjadi awal revolusi KRL Jabodetabek seperti mulai dioperasikannya sistem operasi tunggal, sistem loop line, dan perbaikan fasilitas dasar serta sterilisasi stasiun. Tahun 2013-2019 dilakukan berbagai pengembangan signifikan seperti tiket elektronik, dan digitalisasi layanan, serta tahun 2020 yang menjadi titik perlambatan pengembangan akibat pembatasan yang dilakukan karena pandemi covis-19. Dampak ekonomi dari perkembangan ini antara lain masyarakat dapat menikmati kualitas pelayanan yang baik dengan harga yang terjangkau, semakin luasnya rute yang menyebabkan memperluas jangkauan akses kerja ke kawasan baru, dan terbukanya peluang usaha UMKM bagi masyarakat di sekitar stasiun. Dampak sosialnya meliputi meningkatnya kepuasan pelanggan KRL, peningkatan perilaku penumpang, dan munculnya komunitaskomunitas pengguna KRL. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Drs. I.G. Krisnadi, M.Hum. DPA: Dr. Eko Crys Endrayadi, M.Hum. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5599 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ilmu Budaya | |
| dc.subject | Jabodetabek | |
| dc.subject | KRL Commuterline | |
| dc.subject | Kenyamanan transportasi publik | |
| dc.subject | Moda transportasi | |
| dc.subject | Tiket elektronik | |
| dc.title | Sejarah Moda Transportasi KRL Commuterline Jabodetabek Tahun 2011-2020 | |
| dc.type | Other |
