Identifikasi dan Analisis Keragaman Genetik Tanaman Kopi Robusta (Coffea canephora) Berdasarkan Penanda Morfologi di Kabupaten Jember, Jawa Timur
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Tanaman kopi (Coffea canephora) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peranan strategis dalam perekonomian nasional. Kabupaten Jember merupakan salah satu sentra produksi kopi terbesar keempat di Jawa Timur dengan produksi kopi robusta mencapai 3.268 ton pada tahun 2022. Namun, informasi mengenai keragaman genetik dan hubungan kekerabatan kopi robusta di perkebunan rakyat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keragaman varietas, hubungan kekerabatan, dan sebaran tanaman kopi robusta di Kabupaten Jember berdasarkan penanda morfologi. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2025 hingga Juni 2026 di enam kecamatan yaitu Bangsalsari, Sukorambi, Patrang, Silo, Jelbuk, dan Arjasa. Metode yang digunakan adalah eksplorasi dan karakterisasi morfologi terhadap 54 aksesi menggunakan pedoman IPGRI (1996). Data yang dikumpulkan meliputi 19 karakter kualitatif dan 22 karakter kuantitatif. Analisis data dilakukan menggunakan analisis ragam (ANOVA), indeks keragaman Shannon-Wiener, analisis klaster UPGMA, dan Principal Component Analysis (PCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman genetik kopi robusta di Kabupaten Jember tergolong rendah dengan indeks keragaman Shannon-Wiener antara 0,127 0,171 dan indeks kemerataan genetik antara 0,058–0,078. Analisis klaster UPGMA menghasilkan dendogram yang membagi 54 aksesi menjadi 2 kelompok utama dengan koefisien keteidakmiripan antara 4,3–7,6 sehingga menunjukkan hubungan kekerabatan tinggi dengan nilai koefisien kemiripan berkisar antara 0,96–1,00. Analisis PCA menunjukkan bahwa dua komponen utama (PC1 dan PC2) mampu menjelaskan 39,0% dari total keragaman karakter morfologi, dengan Kecamatan Silo memiliki karakter morfologi paling khas. Sebaran aksesi kopi robusta mencakup enam kecamatan dengan variasi klon yang terbatas. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keragaman genetik kopi robusta di Kabupaten Jember tergolong rendah dengan hubungan kekerabatan tinggi, serta sebaran aksesi yang tersebar di enam kecamatan sentra produksi belum merata.
Description
FINALISASI oleh Arif 2026 September 07
