Analisis Efisiensi Neraca Massa Dan Kebutuhan Energi Pada Produksi Tempe di UMKM Tempe Kabupaten Jember
| dc.contributor.author | Fila Faridatuz Zahrok | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-19T05:23:25Z | |
| dc.date.issued | 2025-05-22 | |
| dc.description | Reupload Repositori File 19 Februari 2026_Kholif Basri | |
| dc.description.abstract | Produksi tempe merupakan salah satu sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berperan penting dalam perekonomian lokal, namun masih menghadapi tantangan terkait tingginya konsumsi energi dan dampak lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi neraca massa, mengetahui nilai konsumsi energi total, serta mengetahui nilai rasio energi pada pengolahan tempe. Metode pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara. Pendekatan analisis yang digunakan adalah menghitung energi input pada setiap pengolahan tempe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum proses pengolahan tempe terdiri dari tahap pencucian, perendaman, penggilingan, perebusan, pendinginan, pengemasan, hingga fermentasi. Analisis neraca massa menunjukkan bahwa loss tertinggi terjadi pada proses perebusan kedelai. Energi masukan yang dikonsumsi meliputi energi biologis, energi langsung, dan energi tidak langsung. Analisis kebutuhan energi yaitu Tempe X sebesar 2,357815 MJ/kg, Tempe Y sebesar 1,658972 MJ/kg, dan Tempe Z sebesar 1,417539 MJ/kg. Energi masukan terbesar berasal dari energi langsung, khususnya penggunaan bahan bakar seperti kayu atau gas LPG pada tahap perebusan kedelai. Berdasarkan hasil pengolahan tempe dapat diketahui total energi keluaran sebesar 9,054 MJ/kg, sehingga nilai rasio energi pengolahan tempe X, Y, dan Z secara berturut-turut adalah 3,90; 5,46; dan 6,39. Rasio energi > 1 menunjukkan bahwa energi yang dihasilkan dari pengolahan tempe lebih besar daripada energi yang digunakan, sehingga proses produksi tempe dinilai efisien dan layak dijalankan. Proses produksi tempe di UMKM Kabupaten Jember umumnya sudah efisien dari segi neraca massa dan energi, namun tahap perebusan kedelai masih menjadi titik kritis konsumsi energi. Oleh karena itu, diperlukan penerapan teknologi hemat energi seperti pemanfaatan limbah biomassa sebagai bahan bakar alternatif, dan pengelolaan limbah yang lebih baik untuk meningkatkan efisiensi, menurunkan biaya, serta mengurangi dampak lingkungan. Kata kunci: Produksi tempe, neraca massa, kebutuhan energi, dan rasio energi | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Dr. Nita Kuswardhani, S.TP., M.Eng., IPM. Dosen Pembimbing Anggota: Andi Eko Wiyono, S.TP., MP. | |
| dc.identifier.other | Kholif Basri | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3739 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Teknologi Pertanian | |
| dc.subject | Produksi tempe | |
| dc.subject | neraca mass | |
| dc.subject | kebutuhan energi | |
| dc.subject | dan rasio energi | |
| dc.title | Analisis Efisiensi Neraca Massa Dan Kebutuhan Energi Pada Produksi Tempe di UMKM Tempe Kabupaten Jember | |
| dc.type | Other |
