Analisis Kualitas dan Daya Tampung Beban Pencemaran Sungai Bedadung (Segmen Kecamatan Sumbersari-Kaliwates) Kabupaten Jember dan Strategi Pengelolaannya
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Sungai Bedadung merupakan sungai yang digunakan Perusahaan Air
Minum Daerah Tirta Pandalungan Kabupaten Jember sebagai sumber air baku
Instalasi Pengolahan Air (IPA), khususnya IPA Tegal Gede dan IPA Tegal Besar.
Sungai Bedadung segmen Kelurahan Tegal Besar didominasi dengan rumah-
rumah warga. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten
Jember 2021-2026 menjelaskan bahwa rendahnya indeks kualitas lingkungan
hidup menjadi masalah pokok dikarenakan rendahnya kesadaran masyarakat
terhadap pentingnya kebersihan dan kelestarian air sungai. Oleh karena itu,
pentingnya mengetahui status mutu dan daya tampung air sungai sebagai bentuk
pemantauan kualitas air sungai dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup.
Salah satu metode yang direkomendasikan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup
Nomor 110 Tahun 2003 Tentang Pedoman Penetapan Daya Tampung Beban
Pencemaran Air Pada Sumber Air adalah Metode Streeter Phelps.
Penelitian ini dilakukan dengan membagi Sungai Bedadung menjadi 3
segmen. Kemudian, dilakukan analisis data hidrolik, data kualitas air, dan sumber
pencemar dalam menentukan kualitas dan daya tampung sungai terhadap beban
pencemaran aktual. Parameter kualitas air sungai yang diuji yaitu DO dan BOD.
Penelitian ini menggunakan 3 kondisi yaitu kondisi aktual, kondisi tahun 2026,
dan setelah adanya pengelolaan.
Hasil analisis menggunakan metode indeks pencemar dengan mengacu
baku mutu air sungai kelas I, II, III, IV secara berturut-turut menunjukkan nilai
3,28; 2,38; 1,24; dan 0,25. Berdasarkan hasil ini, Sungai Bedadung dikategorikan
tercemar ringan pada baku mutu kelas I, II, dan III serta dikategorikan memenuhi
baku mutu pada baku mutu kelas IV. Analisis menggunakan metode streeter-
phelps menunjukkan bahwa daya tampung beban pencemaran aktual untuk
segmen 1,2, dan 3 menunjukkan nilai -2,93; -0,40; -0,64 kg/hari. Hasil ini
mengindikasikan bahwa sungai sudah tidak memiliki daya tampung beban
pencemaran. Alternatif pengelolaan yang dapat dilakukan adalah strategi sistem
pengelolaan air limbah, baik terpusat maupun setempat, harus mempertimbangkan
berbagai faktor seperti geografis, teknologi pengolahan, standar kualitas air, dan
kondisi sosial ekonomi masyarakat, dengan teknologi inovatif.
Description
Reupload File Repositori 18 Februari 2026_Rudi H/Ardi
