Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan akibat Pajanan Timbal Pada Masyarakat Sepanjang Jalan Raya Mastrip, Warugunung, Surabaya

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract

Jalan Raya Mastrip adalah jalan yang sering dilewati oleh kendaraan, mulai dari kendaraan kecil hingga kendaraan besar. Kondisi ini menyebabkan kemacetan yang menghasilkan polutan ke udara, salah satunya timbal yang sangat berbahaya dan persisten di lingkungan. Hal ini menyebabkan masyarakat yang tinggal di sepanjang Jl. Raya Mastrip, khususnya ibu rumah tangga, berisiko tinggi terpapar timbal. Masyarakat yang terus menerus terpapar timbal dapat mengalami berbagai masalah kesehatan jangka panjang. Pada penelitian-penelitian sebelumnya, risiko kesehatan akibat paparan timbal di sepanjang jalan raya masih jarang dilakukan. Selain itu, risiko kesehatan akibat paparan timbal pada ibu rumah tangga di lokasi ini belum pernah diteliti sebelumnya. Tujuan pada penelitian ini adalah menganalisis risiko kesehatan lingkungan akibat pajanan timbal pada masyarakat sepanjang Jl. Raya Mastrip, Kelurahan Warugunung, Kecamatan Karangpilang, Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Penelitian ini dilakukan di Jl. Raya Mastrip di Kelurahan Warugunung, Kecamatan Karangpilang, Kota Surabaya. Sampel pada penelitian ini adalah sampel masyarakat dan sampel lingkungan. Sampel masyarakat yang digunakan adalah 30 orang ibu rumah tangga yang tinggal di sepanjang Jl. Raya Mastrip. Alasan pemilihan sampel berupa Ibu Rumah Tangga adalah kelompok ini memiliki aktivitas di lingkungan rumah yang lebih dominan. Sampel masyarakat dipilih secara accidental sampling serta dilakukan wawancara menggunakan kuesioner. Sampel lingkungan pada penelitian ini adalah konsentrasi timbal di udara ambien yang diukur di tiga titik, yaitu titik 1 (7°20'59.6"S 112°40'36.9"E), titik 2 (7°21'00.8"S 112°40'24.1"E), dan titik 3 (7°21'01.6"S 112°40'00.4"E) selama satu jam di pagi (07.00-11.00 WIB), siang (11.00-14.00 WIB), dan sore hari (14.00 18.00 WIB) dengan menggunakan alat High Volume Air Sampler. Berdasarkan hasil pengukuran, rata-rata konsentrasi timbal di titik 1 adalah sebesar 0,0044 μg/m3; titik 2 sebesar 0,0032 μg/m3; dan titik 3 sebesar 0,0027 μg/m3. Pajanan timbal secara realtime dikategorikan tidak berisiko terhadap masyarakat sepanjang Jl. Raya Mastrip (RQ≤1 dan ECR≤10-4) selama 39,9 tahun pada titik 1; 27,85 tahun pada titik 2; dan 34,3 tahun pada titik 3. Selain itu, setelah dilakukan perhitungan karakteristik risiko secara lifetime, paparan timbal juga diketahui tidak berisiko secara non karsinogenik dan karsinogenik di masa mendatang. Walaupun pajanan timbal tidak berisiko terhadap masyarakat, tetap perlu dilakukan pengelolaan risiko berupa pemantauan konsentrasi timbal di udara sepanjang Jl. Raya Mastrip oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya peningkatan konsentrasi timbal dan peningkatan risiko. Selain itu, juga perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat mengenai upaya meminimalisir pajanan dan pencegahan peningkatan konsentrasi timbal, seperti menggunakan indoor air purifier, menanam tanaman hias penyerap timbal, serta mengonsumsi makanan tinggi besi, kalsium, dan vitamin C. Penanaman tanaman hijau penyerap timbal di sepanjang Jl. Raya Mastrip juga dapat dilakukan. Adapun tanaman yang dimaksud seperti pohon tabebuya, pohon angsana, dan pohon tanjung. Hasil ARKL pada penelitian ini disampaikan kepada Kelurahan Warugunung dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya dalam bentuk policy brief

Description

Reupload file repositori 3 februari 2026_PKL Fani/Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By