Penggunaan Mikroorganisme Lokal (MOL) Pengganti Biostarter EM4 Untuk Meningkatkan Kualitas Nutrien Pakan Kulit Singkong Fermentasi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Pengolahan pakan dengan teknologi fermentasi dapat digunakan untuk meningkatkatkan mutu pakan. Kulit singkong adalah limbah pertanian yang jarang dioptimalkan untuk pakan ternak khususnya ruminansia. Kulit singkong memiliki kandungan nutrisi diantaranya protein, serat kasar, lemak, karbohidrat, dan air. Kulit singkong juga memiliki kandungan anti nutrisi seperti tanin dan Asam Sianida (HCN). Pembuatan pakan fermentasi membutuhkan bioaktivator dari Mikroorganisme Lokal (MOL) yang dapat dimanfaatkan untuk proses fermentasi, yang tersusun atas beberapa mikroba yang menguntungkan seperti Bacillus sp, Azotobacter, Aeromonas sp, Aspergillus niger, Azospirillum sp dan mikroba selulolitik berupa Bacillus cereus dan Pseudomonas sp. Bahan dasar pembuatan MOL biasanya memanfaatkan limbah pertanian, perkebunan, dan limbah organik yang berasal dari rumah tangga. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh penggunaan Mikroorganisme Lokal (MOL) untuk meningkatkan kualitas nutrien pakan fermentasi pada kulit singkong. Bahan yang digunakan untuk pembuatan pakan adalah kulit singkong, dedak padi, air cucian beras, Effective Microorganism-4 (EM-4) botol coklat, bonggol pisang, bambu muda, limbah buah dan molases. Proses fermentasi menggunakan metode Solid State Fermentation (SSF) selama 12 hari dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. P0: kontrol (EM-4); P1: MOL Bonggol Pisang; P2: MOL Bambu Muda; P3: MOL Limbah buah jambu kristal dan buah nanas. Pakan hasil fermentasi dianalisis menggunakan proksimat secara laboratorium. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data hasil penelitian diuji statistik ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjut Dunnett untuk mengetahui interaksi berbeda nyata (P<0,05) antar perlakuan terhadap kontrol. Berdasarkan hasil penelitian fermentasi kulit singkong pada perlakuan menunjukkan hasil terbaik kandungan protein kasar pada P1 (8,65%) dan P3 (8,51%) ,serta kadar abu P0 (0,52%). Pada hasil lain seperti kandungan bahan organik, bahan kering, dan serat kasar menunjukkan hasil yang tidak signifikan (P>0,05) atau sama saja. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan Mikroorganisme Lokal (MOL) yang berasal dari limbah buah, rebung bambu, dan bonggol pisang bisa digunakan sebagai subtitusi biostarter konvensional EM-4.
Description
Reupload file repository 3 Februari 2026_Ratna
