Collaborative Governance Dalam Revitalisasi Desa Wisata Tirta Agung Pasca Bencana Alam
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses collaborative governance dalam revitalisasi Desa Wisata Tirta Agung pasca bencana alam di Desa Sukosari Kidul, Kecamatan Sumber Wringin, Kabupaten Bondowoso. Penelitian ini di latarbelakangi oleh kerusakan berat yang dialami kawasan wisata akibat bencana banjir dan tanah longsor pada akhir tahun 2023, yang mengakibatkan fasilitas utama seperti gazebo, kolam renang, parkir, dan loket pendaftaran rusak total, serta memaksa wisata tersebut tutup selama tujuh bulan. Kondisi tersebut menuntut keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, yaitu Pemerintah Desa Sukosari Kidul, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Dinas Pariwisata Kabupaten Bondowoso, Bank Jatim, serta masyarakat setempat, dalam melaksanakan proses revitalisasi sejak Maret 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di Desa Wisata Tirta Agung dan Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Bondowoso. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur, observasi lapangan, dan dokumentasi, dengan informan yang terdiri dari Ketua Pokdarwis selaku informan kunci, serta Pemerintah Desa, perwakilan Dinas Pariwisata, perwakilan Bank Jatim, dan masyarakat setempat sebagai informan tambahan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Analisis data dilakukan melalui tahap pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan mengacu pada model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2019). Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi Wisata Tirta Agung pasca bencana dilakukan melalui keterlibatan beberapa aktor, yaitu Pemerintah Desa, Pokdarwis, Dinas Pariwisata, Bank Jatim, dan masyarakat. Kolaborasi dilakukan melalui koordinasi, musyawarah, pendampingan, bantuan, serta gotong royong dalam memperbaiki kawasan wisata. Proses tersebut telah menghasilkan perbaikan sekitar 55% area wisata, meliputi kolam renang, gazebo apung, toilet, dan pintu masuk. Namun, kolaborasi masih menghadapi kendala berupa partisipasi masyarakat yang belum optimal, keterbatasan sumber daya, serta belum adanya mekanisme kerja sama formal antara beberapa pihak.
Description
Validasi dan Finalisasi Repositori File 21 Agustus 2026_Kholif Basri
