Business Model Canvas Agroindustri Jamur Tiram (Studi Kasus PT. Mitra Jamur Indonesia) Kecamatan Patrang Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Sektor hortikultura di Indonesia saat ini mengalami perkembangan yang signifikan seiring dengan meningkatnya permintaan akan produk-produk segar dan berkualitas tinggi, baik di pasar domestik maupun internasional. Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) menjadi salah satu komoditas unggulan yang tengah berkembang pesat. Permintaan terhadap jamur tiram, baik di pasar domestik maupun internasional, terus meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat akan manfaat kesehatannya dan diversifikasi produk pangan. Budidaya jamur tiram dianggap sebagai salah satu solusi efektif bagi petani kecil karena teknik budidayanya yang relatif mudah, biaya produksi yang rendah, serta waktu panen yang cepat. Jawa Timur yang merupakan salah satu provinsi dengan tingkat produksi yang tinggi di Indonesia memiliki beberapa kabupaten/kota sebagai penyumbang hasil produksi jamur tiram terbesar di provinsi Jawa Timur pada tahun 2021-2022. PT. Mitra Jamur Indonesia merupakan salah satu agroindustri yang bergerak di sektor agribisnis jamur tiram dari hulu hingga hilir. PT. Mitra Jamur Indonesia memiliki kegiatan utama pengembangan jamur tiram, penyedia sarana produksi, pelatihan masyarakat swadaya, serta penanganan pasca panen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui model bisnis dan strategi pengembangan PT. Mitra Jamur Indonesia
Tempat penelitian ditentukan secara sengaja atau purposive yakni di PT. Mitra Jamur Indonesia, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Dengan waktu penelitian dimulai dari bulan Juni 2024 hingga Juli 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran kualitatif dan kuantitatif (Mix Method). Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, kuisioner, dokumentasi dan studi pustaka. Metode penentuan responden yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pemilik PT. Mitra Jamur Indonesia dan pegawai lepas dari perusahaan. Data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif Business Model Canvas (BMC) dan analisis SWOT (Strength Weakness Opportunity Threat).
Hasil penelitian menunjukkan, 1) Pemetaan model bisnis pada PT. Mitra Jamur Indonesia Kecamatan Patrang Kabupaten Jember menggunaan Business Model Canvas (BMC) menghasilkan sembilan komponen. Key partner yang merupakan petani mitra. Key Activities yaitu pada proses pembuatan media tanam (baglog), budidaya jamur tiram, pengolahan hasil panen jamur tiram dan pemasaran. Key resource yang dimiliki yaitu sumber daya keuangan meliputi modal pribadi owner; sumber daya manusia: tenaga kerja; sumber daya fisik meliputi mesin mixer, mesin press, oven, vacum sealer dan inocular. Value Proporsition yaitu media tanam (baglog yang berkualitas tinggi memiliki garansi, harga yang terjangkau, mendapatkan pembinaan terkait budidaya jamur tiram dan mendapatkan pasar yang pasti jamur tiram. Customer relationship yaitu untuk menjaga kepuasan konsumen dengan layanan informasi dan transaksi secara langsung melalui outlet serta pembinaan budidaya jamur tiram serta menyediakan pasar. Channels terdapat outlet dan media pemasaran melalui online (website, sosial media, marketplace). Costumer segment yaitu pada produk hasil segar dari jamur tiram bersegmentasi pada kalangan menengah kebawah dan produk olahan jamur tiram memiliki segmentasi kalangan menengah keatas. Cost structure terdapat biaya tetap yang meliputi upah tenaga kerja, mesin mixer, mesin press, oven, vacum sealer, dan inocular serta biaya variabel yang meliputi biji jagung, serbuk kayu bekatul, kapur, tepung jagung dan kemasan untuk hasil olahan jamur tiram. Revenue stream yaitu pada penjualan produk media tanam (baglog), hasil segar jamur tiram, olahan jamur tiram dan sarana produksi jamur tiram. 2) Strategi bisnis melalui analisis SWOT diketahui bahwa posisi usaha PT. Mitra Jamur Indonesia Kecamatan Patrang Kabupaten Jember berada pada kuadra I. Strategi yang dapat diterapkan adalah strategi S-O (Strength-Opportunities) yang terdiri dari mempertahankan kualitas produk yang ada saat ini dengan harga jual yang terjangkau dan memperluas kemitraan yang berguna menjangkau konsumen yang lebih luas serta penyuluhan dan pembinaan kepada tenaga kerja dan mitra terkait penggunaan teknologi dalam kegiatan produksi jamur tiram.
Description
Reupload File Repositori 4 Februari 2026_Yudi/Rega
