Interaksi Sosial antar Pelaku Usaha Pedagang Lalapan Kaki Lima di Jalan Jawa Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Manusia sebagai mahkluk sosial akan saling menjalin hubungan atau suatu
interaksi sosial dengan orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Interaksi sosial
adalah suatu tindakan interaksi yang terjadi pada dua orang atau lebih yang bereaksi
secara timbal balik melalui kontak langsung atau tidak langsung. Interaksi tersebut
berupa interaksi di bidang sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya. Interaksi yang
sering dilakukan oleh manusia salah satunya dalam bidang ekonomi, yaitu
pedagang kaki lima di Jalan Jawa. Sepanjang Jalan Jawa dimanfaatkan oleh
masyarakat untuk dijadikan sebagai peluang bagi pedagang lalapan kaki lima.
Interaksi sosial yang terjadi antar pedagang mengakibatkan satu dengan yang lain
dapat memberi pengaruh dalam bersikap dan berperilaku dalam kegiatan ekonomi.
Dengan adanya sikap kebersamaan dan interaksi sosial antar pedagang kaki lima
yang bertempat tinggal di Jalan Jawa, mereka mampu mempertahankan eksistensi
ekonomi untuk mencukupi kebutuhan hidup dan kesejahteraan keluarga.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk interaksi sosial antar
pelaku usaha pedagang lalapan kaki lima di Jalan Jawa. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Adapun lokasi penelitian ini
adalah di area sepanjang Jalan Jawa. Informan pada penelitian ini yaitu dengan
menggunakan Teknik snowball sampling. Metode pengumpulan data yang
digunakan terdiri dari metode wawancara, metode observasi, dan dokumen. Metode
analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa interaksi sosial yang terjadi antar pelaku usaha pedagang
lalapan kaki lima di Jalan Jawa berlangsung dengan baik, mengarah pada bentuk-
bentuk interaksi sosial asosiatif yaitu kerja sama, akomodasi, asimilasi, dan akulturasi, serta bentuk-bentuk interaksi sosial disosiatif yaitu persaingan,
kontravensi, dan pertentangan atau konflik.
Interaksi sosial merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan sosial.
Dimana hubungan ini akan memunculkan berbagai macam komunitas yang akan
menghasilkan reaksi sehingga terjadi adanya kontak dan komunikasi. Interaksi
sosial terjadi karena manusia merupakan mahkluk sosial yang hidup bersama.
Interaksi sosial terjadi karena manusia merupakan mahkluk sosial yang hidup
bersama. Terdapat hubungan kerja yang terjadi antar pedagang kaki lima Jalan Jawa
yang mengharuskan melakukan komunikasi dan kontak sosial yang merupakan
syarat terjadinya interaksi sosial yang pada akhirnya akan menciptakan suatu
hubungan yang terjadi satu sama lain, baik dengan pedagang warga asli Jalan Jawa
maupun dengan pedagang yang dari pendatang.
Berdasarkan hasil dari penelitian mengenai interaksi sosial antar pelaku
usaha pedagang lalapan kaki lima di Jalan Jawa Kabupaten Jember dapat diambil
kesimpulan interaksi sosial yang terjalin antar para pedagang berjalan dengan baik
dengan sesama pedagang lalapan kaki lima Jalan Jawa. Perubahan yang terjadi
terhadap interaksi sosial yang dilakukan pedagang kaki lima jalan jawa dalam
upaya mempertahankan eksistensi ekonomi dapat dilihat dari beberapa aspek
kehidupan yaitu perubahan pada segi pendapatan, pekerjaan, serta terbentuknya
paguyuban pedagang kaki lima. Interaksi sosial yang terjalin antar pedagang
mengandung nilai positif, yaitu terdapat adanya bentuk interaksi yang bersifat
asosiatif.
Description
Reupload file repositori 10 februari 2026_PKL Fani/Firli
