Analisis Perlakuan Akuntansi Produk Cacat pada UD Batu Permai Junior Kecamatan Gambiran Banyuwangi
| dc.contributor.author | Lailya Novianti | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-11T07:26:56Z | |
| dc.date.issued | 2024-06-06 | |
| dc.description | Reupload File Repositori 11 Februari 2026_Yudi/Rega | |
| dc.description.abstract | Setiap proses produksi, perusahaan akan mengupayakan secara maksimal untuk menghasilkan produk yang baik sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang maksimal. Namun dalam setiap proses produksi berlangsung, perusahaan tidak dapat menghindari hambatan yang terjadi akibat kesalahan karyawan dan pengawasan yang kurang maksimal sehingga menimbulkan adanya produk cacat. Perlakuan terhadap adanya produk cacat harus lebih diperhatikan agar dapat mengurangi kerugian akibat adanya produk cacat. UD Batu Permai Junior Kecamatan Gambiran Banyuwangi memperlakukan produk cacat dengan cara menjual produk batako dengan harga yang lebih murah dari produk yang baik. Kerugian yang dialami adanya produk cacat dari biaya produksi yang telah diserap, tidak diperhitungkan karena hal ini telah diakui sebagai kerugian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan penelitian kuantitatif. Penentuan lokasi dalam penelitian ini menggunakan metode purposive area. Penelitian ini dilakukan di UD Batu Permai Junior Kecamatan Gambiran Banyuwangi. Jenis data yang digunakan yaitu jenis data utama dan pendukung. Metode pengumpulan data yang dilakukan untuk mengetahui perlakuan akuntansi produk batako yang cacat dan menentukan harga pokok produksi pada UD Batu Permai Junior menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumen. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dimana penyajian data yang dilakukan dalam bentuk deskripsi terkait perlakuan produk cacat dan perhitungan angka terhadap harga pokok produksi dan perhitungan kerugian adanya produk cacat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terhadap adanya produk cacat pada UD Batu Permai Junior Kecamatan Gambiran Banyuwangi yaitu menjual produk yang cacat yang masih laku untuk dijual. Hasil penjualan produk cacat diakui sebagai pendapatan lain-lain, tidak mengurangi biaya produksi secara keseluruhan. Adanya produk cacat yang masih laku dijual membuat kerugian yang dialami peruhaan menjadi berkurang. Pendapatan yang diterima oleh UD Batu Permai Junior mengalami penurunan akibat adanya produk cacat, dimana apabila tidak terdapat produk batako cacat maka pendapatan yang di dapat sejumlah Rp. 129.521.000. setelah adanya produk cacat maka pendapatan yang diperoleh sejumlah Rp. 125.815.000, jadi terdapat selisih sejumlah Rp. 3.706.000, hal ini menyebabkan perusahaan tidak memperoleh keuntungan yang optimal. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dr. Retna Ngesti Sedyati, M.P. DPA: Tiara, S.Pd., M.Pd. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2945 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | |
| dc.subject | defective product | |
| dc.subject | accounting treatment | |
| dc.title | Analisis Perlakuan Akuntansi Produk Cacat pada UD Batu Permai Junior Kecamatan Gambiran Banyuwangi | |
| dc.type | Other |
