Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis antara Model Pbl Berbantuan Media Genially dengan Pbl Berbantuan Media Quizizz
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis
siswa kelas XI IPS 1, dimana hanya sebagian siswa yang mampu menunjukkan
kemampuan berpikir kritis yang baik. Dari sekitar 36 siswa, yang dapat
mengidentifikasi inti masalah ekonomi, mengaitkan dengan situasi nyata, serta
menyampaikan solusi secara logis diperkirakan tidak lebih dari 15 orang.
Sedangkan, siswa lainnya memberikan jawaban cenderung bergantung pada teman,
buku atau internet tanpa analisis lebih mendalam. Kondisi diduga disebabkan oleh
penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang dikombinasikan dengan
media digital seperti Power Point dan Quizizz. Namun, kedua media tersebut
memiliki keterbatasan dalam visualisasi materi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir
kritis antara model PBL berbantuan media Genially dengan PBL berbantuan media
Quizizz pada siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Jember dalam materi kebijakan
fiskal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian
kuasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group. Penelitian ini
dilakukan di SMA Negeri 1 Jember yang beralamt di Jalan Panjaitan No. 55,
Gumuk Kerang, Sumbersari, Kabupaten Jember. Pengambilan data penelitian
diambil dari post-test, observasi, wawancara, dan dokumen pendukung. Peneliti
menentukan sampel penelitian menggunakan cara purposive sampling yaitu kelas
XI IPS 1 sebagai kelas eksperimen dan XI IPS 2 sebagai kelas kontrol. Uji hipotesis
menggunakan uji Independent Sample T-test.
Model Problem Based Learning (PBL) terbukti efektif dalam
mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa karena mendorong keterlibatan aktif dalam memecahkan masalah kebijakan fiskal secara bertahap. Penelitian ini
menunjukkan bahwa penerapan PBL berbantuan media Genially menghasilkan
capaian berpikir kritis yang lebih tinggi dibandingkan dengan PBL berbantuan
media Quizizz. Hal ini terlihat dari rata-rata skor post-test siswa kelas eksperimen
yang mencapai 85,50, sementara kelas kontrol hanya mencapai 76,39, dengan
perbedaan paling mencolok pada indikator inference dan focus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Genially, yang menyajikan
materi kebijakan fiskal secara visual, mampu memperkuat kemampuan analitis
siswa dan menghubungkan konsep-konsep yang dipelajari. Sebaliknya, media
Quizizz, kurang dapat mendukung eksplorasi materi. Meskipun demikian, kedua
kelas menunjukkan capaian tinggi pada indikator reason, situation, dan overview,
yang menunjukkan bahwa struktur PBL secara umum efektif dalam melatih
penalaran logis dan pemahaman kontekstual siswa. Namun, kelemahan ditemukan
pada indikator clarity, yang menunjukkan perlunya strategi tambahan, seperti
pelatihan komunikasi tertulis dan lisan, untuk meningkatkan kemampuan siswa
dalam menyampaikan gagasan secara sistematis.
Secara keseluruhan, penggunaan media pembelajaran dengan elemen visual
yang mendalam, seperti yang ada pada media Genially, dapat memperkaya proses
pembelajaran dan mendorong siswa untuk lebih aktif dalam analisis dan diskusi.
Oleh karena itu, pengembangan dan pemanfaatan media pembelajaran yang
interaktif dan komprehensif sangat penting untuk mendukung pengembangan
kemampuan berpikir kritis siswa di setiap aspek pembelajaran.
Description
Reupload File Repositori 6 Februari 2026_Rudy K/Lia
