Analisis Komparasi Rumus Berbeda Dalam Memperkirakan Bobot Badan Sapi Limousin

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

FAKULTAS PERTANIAN

Abstract

Pendugaan bobot badan ternak merupakan bagian penting dalam manajemen peternakan sapi potong, terutama pada kegiatan seleksi, penggemukan, dan transaksi jual beli ternak. Keterbatasan ketersediaan alat timbang di lapangan menyebabkan pengukuran bobot badan secara langsung tidak selalu dapat dilakukan, sehingga metode pendugaan berbasis ukuran morfometrik menjadi alternatif yang diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan membandingkan tingkat akurasi enam rumus pendugaan bobot badan sapi Limousin, yaitu rumus Schrool, Djagra, Lambroune, Winter, Denmark, dan Ardjodarmoko, terhadap bobot badan aktual. Penelitian dilakukan dengan metode survei menggunakan teknik purposive sampling terhadap 40 ekor sapi Limousin jantan dan 20 ekor sapi Limousin betina di kandang dan Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R) milik PT Wahyu Utama, Kecamatan Bancar, Desa Sukolilo, Kabupaten Tuban. Data morfometrik yang dikumpulkan meliputi LD dan panjang badan, sedangkan bobot badan aktual diperoleh melalui penimbangan digital. Analisis data diawali dengan uji normalitas Shapiro-Wilk, dan karena data tidak berdistribusi normal, analisis dilanjutkan menggunakan uji Friedman dan uji Wilcoxon. Tingkat akurasi pendugaan dianalisis menggunakan Mean Absolute Error (MAE) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) berdasarkan kriteria Lewis (1982). Hasil uji Friedman menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,001) antara keenam rumus dan bobot badan aktual, baik pada sapi jantan maupun betina. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa seluruh rumus berbeda signifikan dari bobot badan aktual (p<0,001), dengan kecenderungan underestimate, kecuali rumus Ardjodarmoko pada sapi jantan yang sedikit overestimate dengan selisih 4 kg. Berdasarkan nilai MAPE, rumus Ardjodarmoko merupakan rumus paling akurat dengan MAPE sebesar 17% pada sapi jantan dan 16% pada sapi betina, diikuti rumus Winter dan Lambroune yang tergolong akurat, sedangkan rumus Denmark memiliki tingkat akurasi terendah dengan MAPE sebesar 22% pada jantan dan 25% pada betina. Hasil uji Independent Samples T-Test menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan pada tingkat akurasi (MAPE) antara sapi jantan dan betina (p=0,377), yang mengindikasikan bahwa rumus Ardjodarmoko dapat digunakan secara konsisten pada kedua jenis kelamin sapi Limousin.

Description

Finalisasi Juli 2026 hasyim

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By