Analisis Tingkat Kebisingan Pada Area Mesin Pertambangan Bawah Tanah

dc.contributor.authorHepta Dwi Wasisto
dc.date.accessioned2026-02-19T06:11:59Z
dc.date.issued2024-06-07
dc.descriptionReupload File Repositori 19 Februari 2026_Yudi/Rega
dc.description.abstractPertambangan bawah tanah adalah metode penambangan dengan tingkat risiko yang sangat tinggi. Dalam pertambangan bawah tanah terdapat bahaya yang dapat mengganggu kesehatan para pekerja yaitu bahaya kebisingan. Kebisingan diatas 85 desibel mampu meningkatkan tekanan darah sebesar 10 mmHg dimana hal tersebut akan memicu penyakit lainnya seperti pusing, mual, insomnia, berkurangnya pendengaran bahkan ketulian permanen. Kebisingan pada area pertambangan bawah tanah perlu dilakukan kontrol supaya bahaya kebisingan dapat dihindari atau bahkan dikendalikan. Pada perusahaan ini terdapat area dengan sumber kebisingan yang secara indra pendengaran cukup mengganggu namun tidak dikaji seberapa besar tingkat kebisingannya yaitu pada area mesin seperti area portal, stockpile 04, 05 dan 06. Dimana hal tersebut perlu dilakukan analisis tingkat kebisingan untuk mengontrol dan mengendalikan kebisingan. Untuk melakukan analisis pada lokasi penelitian ini diperlukan data tingkat kebisingan, nilai koordinat, data alarm emergency dan data NRR earplug. Pengumpulan data menggunakan metode pengukuran sound level meter untuk mengetahui tingkat kebisingan 2, 6, 10, 14 menit dan alat teodolit untuk mengetahui nilai koordinat. Setelah didapatkan data tersebut kemudian data tingkat kebisingan diolah menggunakan rumus Leq dan koordinat diolah menggunakan excel kemudian dibuatlah pemetaan kebisingan menggunakan aplikasi surfer. Selain pemetaan juga dilakukan perhitungan pengaruh alarm emergency menggunakan rumus penambahan sumber suara dan pengaruh tingkat kebisingan terhadap earplug menggunakan rumus nilai NRR. Perhitungan variasi waktu juga dilakukan untuk mengetahui kesesuaian variasi waktu dengan standar nasional Indonesia. Hasil dari pemetaan kebisingan didapatkan pada area portal memiliki nilai kebisingan tertinggi 109,9 dBA dan terendah 67,1 dBA, lokasi SP 04 memiliki tingkat kebisingan tertinggi 116,9 dBA dan terendah 97,8 dBA, lokasi SP 05 memiliki tingkat kebisingan tertinggi 112 dBA dan terendah 95,9 dBA, lokasi SP 06 memiliki tingkat kebisingan 109,9 dBA dan terendah 97,9 dBA. Pengaruh tingkat kebisingan terhadap APT earplug mengalami penurunan sebesar 13 dBA dan pengaruh alarm emergency pada tingkat kebisingan lokasi penelitian mengalami kenaikan sebesar 6 dBA. Lokasi penelitian setelah pengurangan earplug masih ada yang belum sesuai dengan NAB peraturan menteri ketenagakerjaan No 05 tahun 2018 sebesar 85 dBA yaitu pada lokasi SP 04, SP 05, SP 06 pada titik E saja yang dibawah 85 dBA dan lokasi portal titik D sampai N yang dibawah 85 dBA. Untuk pengukuran variasi waktu semuanya berada dibawah 2% sehingga sudah memenuhi standar.
dc.description.sponsorshipDPU: Ir. Januar Fery Irawan S.T., M.Eng DPA: Ir. Fanteri Aji Dharma Suparno, S.T., M.S
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3759
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Teknik
dc.subjectNoise level
dc.subjectalarm emergency
dc.titleAnalisis Tingkat Kebisingan Pada Area Mesin Pertambangan Bawah Tanah
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Hepta Dwi Wasisto - 201910901003.pdf
Size:
5.1 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: