Keseimbangan Jerih Payah Dan Faedah Petani Praiman Tambak Budidaya Air Payau di Desa Gumeno Kabupaten Gresik

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik

Abstract

Desa Gumeno, Kabupaten Gresik, dikenal sebagai salah satu wilayah pesisir yang masyarakatnya menggantungkan hidup dari budidaya tambak air payau. Namun, tidak semua petani mampu mengelola tambak secara mandiri. Sebagian dari mereka, yang dikenal dengan sebutan praiman, memiliki lahan tetapi tidak memiliki modal, sehingga bergantung pada juragan untuk pembiayaan tambak. Ketergantungan ini memunculkan relasi yang tidak seimbang karena keputusan panen dan pembagian hasil sepenuhnya berada di tangan juragan. Di tengah kondisi tersebut, praiman tetap bertahan menjadi petani tambak meskipun keuntungan yang diperoleh tidak sebanding dengan tenaga dan waktu yang mereka curahkan. Penelitian ini menggunakan teori Maklumat Chayanovian yang menjelaskan tentang keseimbangan antara jerih payah dan faedah dalam kerja pertanian. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi untuk menggali pengalaman subjektif praiman. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praiman tetap memilih bertahan karena faktor tanggung jawab keluarga, keterikatan terhadap lahan warisan, dan identitas sosial sebagai petani. Selain itu, strategi bertahan hidup seperti bekerja sampingan dan menjalin hubungan sosial dengan juragan menjadi cara mereka untuk menyeimbangkan antara jerih payah dan faedah yang diperoleh. Penelitian ini memberikan gambaran bahwa menjadi petani bukan semata-mata tentang keuntungan ekonomi, tetapi juga soal harga diri dan kelangsungan hidup.

Description

Reupload Repositori File 03 Februari 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By