Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Pembelajaran Mendalam Berbantuan GeoGebra pada Materi Kerucut
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Kurikulum di Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan
sepanjang sejarahnya. Perubahan kurikulum memberikan tantangan, salah satunya
adalah timbulnya ketidakjelasan di kalangan guru dan murid sehingga terdapat
guru kesulitan untuk beradaptasi dan dapat menyebabkan kualitas pembelajaran
yang tidak maksimal. Tantangan tersebut memerlukan strategi yang dapat
mengoptimalkan dampak pendidikan melalui pendekatan pembelajaran yang
sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu
pendekatan pembelajaran yang berkembang saat ini adalah Deep Learning atau
pembelajaran mendalam.
Pendekatan pembelajaran mendalam berfokus pada pembelajaran yang
bermakna, mendalam, dan kontekstual bertujuan untuk meningkatkan
keterampilan berpikir kritis, kemampuan berkreasi, dan penyelesaian masalah.
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru matematika SMP Negeri 7 Jember,
perangkat pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam masih terbatas, karena
masih dalam tahap uji coba. Kurangnya pemanfaatan teknologi seperti GeoGebra
sebagai media pembelajaran untuk membantu murid dalam memvisualisasikan
konsep materi sehingga murid kesulitan dalam memahami konsep yang abstrak
dan murid kurang berperan aktif dalam pembelajaran.
Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat
pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam berbantuan GeoGebra yang
menggunakan model pengembangan 4D yang terdiri dari tahap define
(pendefinisian), tahap design (perancangan), tahap develop (pengembangan),dan
tahap disseminate (penyebaran). Penelitian ini menghasilkan perangkat
pembelajaran yang valid, praktis, dan efektif. Instrumen penelitian pada penelitian
ini meliputi lembar validasi, lembar observasi, lembar angket respon dan lembar
tes. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket, dan tes.
Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 8 Desember 2025 dan 9 Desember
2025 dengan subjek penelitian kelas IX F.
Proses pengembangan perangkat pembelajaran dengan menganalisis
kebutuhan pembelajaran dan karakteristik murid. Kemudian dilakukan
perancangan awal untuk menghasilkan draft 1 perangkat pembelajaran. Perangkat
pembelajaran yang dikembangkan meliputi perencanaan pembelajaran, lembar
kerja murid, dan tes sumatif. Perencanaan pembelajaran yang dirancang sesuai
dengan kerangka kerja pembelajaran mendalam dan sintaks Problem Based
Learning. Lembar kerja murid dirancang untuk menyajikan permasalahan terkait
kerucut serta aktivitas menemukan rumus luas permukaan dan volume kerucut.
Tes sumatif dirancang untuk mengukur pemahaman materi yang terdiri dari dua
soal uraian kontekstual. Kemudian, perangkat pembelajaran divalidasi oleh
validator dan direvisi sesuai saran validator. Selanjutnya, perangkat pembelajaran
diuji cobakan pada murid kelas IX SMP Negeri 7 Jember untuk memperoleh data
kepraktisan dan keefektifan.
Perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi kriteria
kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Skor rata-rata valid sebesar 3,86 dari skor
maksimal 4,00. Perolehan persentase kepraktisan dari angket respon murid
sebesar 75,41%; 90%; 85%; dan 83,57% . Keefektifan diperoleh dari hasil tes
belajar murid dengan perolehan persentase kepraktisan sebesar 93,3% yang
mencapai kategori ketuntasan klasikal dengan nilai hasil tes belajar murid
minimal 70. Perangkat pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam ini dapat
menjadi alternatif solusi dari keterbatasan perangkat pembelajaran berbasis
pembelajaran mendalam dan dapat membantu murid dalam memahami konsep
materi kerucut melalui visualiasasi konsep berbantuan GeoGebra.
Perolehan persentase angket respon murid masih belum maksimal karena
murid murid tergesa-gesa mengisi angket sehingga tidak membaca secara teliti isi
angket, pengisian angket pada waktu yang tidak efektif sehingga kelas tidak
kondusif. Oleh karena itu, disarankan pengisian angket dilakukan pada waktu
yang efektif dan kondusif serta memberikan arahan kepada murid untuk membaca
setiap pernyataan angket dengan teliti. Selain itu, pemanfaatan teknologi juga
membutuhkan koneksi internet yang memadai dan kemampuan murid dalam
mengaplikasikan GeoGebra masih perlu ditingkatkan. Tampilan objek di
Geogebra pada saat dioperasikan di smartphone masih kurang besar. Penelitian
ini difokuskan pada materi kerucut yaitu luas permukaan dan volume, penelitian
dilakukan pada jam pelajaran yang tidak efektif. Berdasarkan keterbatasan
penelitian tersebut, diasarankan bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan
perangkat pembelajaran pada materi yang lebih luas, penelitian dilakukan pada
jam pelajaran yang efektif serta dapat meningkatkan keterampilan murid dalam
menggunakan teknologi secara optimal.
Description
Validasi file repositori 7 November 2026_Firli
