Identifikasi Tumbuhan Paku di Kawasan Gunung Gambir Kabupaten Jember Serta Kajian Potensi dan Pemanfaatannya Sebagai Buku Monografi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Tumbuhan paku merupakan famili yang tergolong dalam satu divisi, terdapat kormus di bagian tubuhnya yang dapat dibedakan menjadi tiga bagian utama yaitu akar, batang, dan daun. Tumbuhan paku banyak ditemukan pada hutan tropika yang mempunyai cahaya matahari melimpah dan kelembapan yang tinggi. Tumbuhan paku merupakan bagian dari keanekaragaman hayati yang bermanfaat bagi lingkungan dan juga segi ekonomi. Beberapa manfaat tumbuhan paku yaitu sebagai, bahan baku obat tradisional, bahan pangan, dan tanaman hias.
Gunung Gambir merupakan sebuah wilayah yang terletak di Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember dapat dilihat pada gambar 1 pada legenda A, pada ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut. Kawasan ini dikenal sebagai lokasi perkebunan teh yang subur dan berada tepat di lereng Gunung Argopuro, salah satu gunung berapi tidak aktif di Jawa Timur yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Secara geografis, Gunung Gambir terletak pada koordinat 8°20'6.4" Lintang Selatan dan 113°26'29.7" Bujur Timur. Buku monografi adalah sebuah karya tulis ilmiah yang berisi informasi mengenai jenis tumbuhan sampai pada unit takson tertentu.
Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel tumbuhan paku pada Kawasan Gunung Gambir. Tumbuhan paku yang ditemukan selanjutnya di identifikasi dengan berbagai buku yang relevan seperti buku Flora Karangan Dr. C.G.G.J.van Steenis, dkk, tahun 2010, buku Healing Plants of South Asia Karangan John A. Parrotta, buku Ferns, Spikemosses, Clubmosses, and Quillworts of Eastern North America Karangan Emily Sessa. Tumbuhan paku yang ditemukan selanjutnya dijadikan herbarium. Kajian potensi tumbuhan paku dilakukan dengan wawancara kepasa Pihak Pengelola Gunung Gambir dan masyarakat sekitar.
Berdasarkan hasil identifikasi yang telah dilakukan dapat ditemukan yaitu 13 jenis yang terbagi dalam 8 Famili, yaitu Nephrolepidaceae, Equisetaceae, Aspleniaceae, Athyriaceae, Pteridaceae, Polypodiaceae, Selaginellaceae, Thelypteridaceae. 12 Genus, yaitu Nephrolepis, Equistum, Asplenium, Diplazium, Piyrogramma, Adiantum, Deparia, Pyrrosia, Microsorim, Pteris, Selaginella, Christella. 13 Spesies, yaitu Nephrolepis cordifolia, Equisetum hyemale, Asplenium nidus, Diplazium esculentum, Piyrogramma calomelanos, Adiantum sp., Adiantum raddianum, Deparia petersenii, Pyrrosia piloselloides, Phymatosorus scolopendria, Pteris ensiformis, Selaginella sp., Christella parasitica.
Tumbuhan paku menunjukkan potensi dalam berbagai aspek, terutama sebagai bahan pangan yang dimanfaatkan masyarakat sekitar Gunung Gambir. Jenis yang paling sering digunakan adalah paku manuk (Diplazium esculentum), baik yang berair maupun tidak, yang diolah dengan cara dijemur dan ditumis. Pemanfaatan ini bersifat turun-temurun dan didorong oleh ketersediaan alami serta kondisi ekonomi masyarakat yang lebih memilih sumber daya alam dibanding membeli di pasar. Selain sebagai pangan, tumbuhan paku juga digunakan sebagai oleh-oleh dan tanaman hias, seperti Adiantum raddianum, karena bentuk daunnya yang estetis. Meski memiliki potensi obat, pemanfaatan untuk kesehatan belum dikenal luas, namun tumbuhan paku tetap memiliki nilai budaya dan estetika bagi masyarakat lokal. Hasil produk pada penelitian ini dijadikan dalam bentuk buku monografi yang telah divalidasi oleh para ahli materi, ahli media dan oleh pengguna dengan skor 84,4%, 84,4%, dan 82,2% yang menunjukkan bahwa buku monografi tersebut sangat layak untuk digunakan.
Description
Reupload file repositori 05 Feb 2026_Maya
