Proses Berpikir Siswa Level Visualisasi dalam Menyelesaikan Masalah Dimensi Tiga berdasarkan Langkah-Langkah Polya
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Geometri adalah cabang matematika yang mempelajari bentuk, ukuran, posisi,
dan sifat ruang. Meskipun sering dianggap sebagai disiplin akademik yang kompleks,
geometri sebenarnya digunakan oleh setiap orang dalam kehidupan sehari-hari. Akan
tetapi, realitas dilapangan menunjukkan bahwa siswa masih kurang memahami materi
geometri, salah satunya materi dimensi tiga. Ada beberapa faktor yang menyebabkan
siswa kurang menguasai materi geometri, salah satunya adalah proses berpikir siswa.
Perbedaan tingkat berpikir geometri siswa menyebabkan setiap siswa memiliki proses
berpikir yang berbeda dalam menyelesaikan masalah geometri. Teori tingkat berpikir
yang erat hubungannya dengan geometri adalah Teori van Hiele. Oleh karena itu,
dalam penelitian ini akan mendeskripsikan mengenai proses berpikir siswa level
visualisasi dalam menyelesaikan masalah dimensi tiga berdasarkan langkah
langkah polya.
Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan proses berpikir siswa
level visualisasi dalam menyelesaikan masalah dimensi tiga berdasarkan langkah
langkah polya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan
kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SMK Ar-Raudlah. Subjek penelitian ini terdiri
dari 2 siswa level visualisasi. Penelitian ini menggunakan metode tes dan
wawancara. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain tes VHGT,
tes penyelesaian masalah dan pedoman wawancara. Hasil tes VHGT pada
penelitian ini, hanya ditemukan level pra visualisasi, visualisasi dan analisis dengan
presentase berturut-turut adalah 58,33%, 29,17% dan 4,17%. Selanjutnya, diberi
tes penyelesaian masalah untuk mengetahui proses berpikir siswa level visualisasi
dalam menyelesaikan masalah dimensi tiga.
Hasil penelitian ini diperoleh bahwa proses berpikir siswa level visualisasi
dalam menyelesaikan masalah dimensi tiga menjadi empat langkah yaitu memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana, dan memeriksa
kembali. Pada saat memahami permasalahan dimensi tiga, siswa mengalami
peristiwa disequilibrium dimana siswa membaca permasalahan berulang-ulang.
Peristiwa asimilasi terjadi ketika siswa menyebutkan hal-hal yang diketahui dan
ditanyakan dengan benar, peristiwa akomodasi terjadi ketika siswa mencoba
mengidentifikasi syarat-syarat dalam permasalahan, siswa juga mengalami
peristiwa equilibrium ketika siswa telah mampu mengidentifikasi syarat-syarat
dalam permasalahan serta mampu membuat sketsa gambar dari permasalahan.
Pada saat menyusun rencana, siswa mengalami peristiwa disequilibrium
dimana siswa mengalami kebingungan mengenai rencana yang akan digunakan.
Peristiwa asimilasi terjadi ketika siswa mencoba menggunakan semua hal-hal yang
diperoleh dalam permasalahan, peristiwa akomodasi terjadi ketika siswa mencoba
coba dalam menentukan rencana yang akan digunakan sesuai dengan informasi yag
diperoleh, siswa juga mengalami peristiwa equilibrium ketika siswa mampu
menentukan rencana yang akan digunakan dengan menggunakan semua informasi
yang telah didapatkan untuk menyelesaikan permasalahan melalui gambar.
Pada saat melaksanakan rencana, siswa mengalami peristiwa disequilibrium
ketika siswa mengalami kebingungan dalam mengkonstruk strategi penyelesaian
masalah, peristiwa asimilasi terjadi ketika siswa mampu memastikan setiap langkah
penyelesaian masalah yang dilakukan secara spontan, peristiwa akomodasi terjadi
ketika mencoba melibatkan pengetahuan yang dimiliki dan mencoba mengkonstruk
strategi penyelesaian masalah, peristiwa equilibrium terjadi ketika siswa mampu
memastikan dan menyelesaikan permasalahan sesuai dengan rencana.
Pada saat memeriksa kembali, peristiwa disequilibrium terjadi ketika siswa
mengalami kebingungan dalam memeriksa kembali, peristiwa asimilasi terjadi
ketika siswa mencoba memeriksa kembali hasil yang diperoleh, peristiwa
akomodasi terjadi ketika mampu memeriksa kembali hasil yang diperoleh,
peristiwa equilibrium terjadi ketika siswa mampu menjelaskan kembali hasil
penyelesaian dari permasalahan.
Description
Reupload Repository 10 Februari 2026_Hasyim/Firdiana
