Efek Beras Analog Berbasis Pisang Terhadap Gambaran Histopatologi Ginjal Tikus (Rattus norvegicus) Dengan High Fat and Fructose Diet

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kedokteran

Abstract

High Fat and Fructose Diet atau diet tinggi lemak dan fruktosa adalah pola makan dengan lebih dari 50% kalorinya berasal dari lemak dan fruktosa. Beberapa contoh makanan yang tergolong tinggi lemak dan fruktosa yang umum ditemui sehari-hari adalah santan, telur puyuh, dan minuman berkarbonasi. Konsumsi tinggi lemak dan fruktosa dapat meningkatkan kadar kolesterol total, low density lipoprotein (LDL), trigliserida (TG), dan menurunkan kadar high density lipoprotein (HDL) dalam plasma yang memicu kondisi dislipidemia. Dislipidemia dapat memicu kerusakan jaringan ginjal melalui sekresi sitokin proinflamasi yang memicu peningkatan reactive oxygen species (ROS). Kerusakan ginjal akibat kondisi dislipidemia dapat dihambat dengan perbaikan pola makan dengan beras analog berbasis pisang karena profil nutrisi yang berupa indeks glikemik (IG) rendah, kadar serat tinggi, dan kandungan senyawa pektin serta fenolik memberikan efek hipokolesterolemik serta antioksidan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menilai efek beras analog berbasis pisang terhadap gambaran histopatologi ginjal tikus (Rattus norvegicus) dengan high fat and fructose diet. Penelitian ini menggunakan desain true experimental dengan post-test only group untuk menilai gambaran histopatologi ginjal tikus. Unit eksperimen terdiri dari 24 ekor tikus wistar (Rattus norvegicus) jantan yang kemudian dilakukan alokasi random berdasarkan berat badan dengan 2 tahapan. Alokasi random pertama membagi unit eksperimen menjadi kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan high fat and fructose diet selama 14 hari. Alokasi random kedua membagi kelompok perlakuan menjadi tiga kelompok yang masing-masing diberi pellet standar, pellet beras original, dan pellet beras analog selama 21 hari. Terminasi dan nekropsi pengambilan organ ginjal dilakukan pada akhir masa perlakuan dengan pemilihan sampel menggunakan purposive sampling. Kemudian dilanjutkan pengamatan histopatologi dengan mikroskop cahaya perbesaran 400x sebanyak lima lapang pandang berdasarkan skoring yang mencakup infiltrasi sel inflamasi, edema sel, dan nekrosis sel pada glomerulus serta tubulus ginjal. Rata-rata nilai skor kerusakan ginjal berdasarkan histopatologi (Tabel 4.2) yang diuji Saphiro-Wilk menunjukkan bahwa data pada setiap kelompok terdistribusi normal (p≥0,05). Selanjutnya dilakukan uji homogenitas Lavene dan didapatkan data terdistribusi secara homogen (p≥0,05). Hasil nilai skor kerusakan histopatologi ginjal selanjutnya diuji One-Way ANOVA untuk melihat perbedaan pada setiap sampel dan didapatkan hasil signifikan (p<0,05). Kemudian data diiuji Post-Hoc Bonferroni dan didapatkan hasil perbedaan antar kelompok pada penelitian ini adalah signifikan (p<0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok beras analog dengan kelompok dislipidemia dan kelompok beras original.

Description

Reupload file repository 12 Februari 2026_Ratna

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By