Strategi Manajemen Pembelajaran  pada Kelas Inklusi di SD Al-Irsyad Al-Islamiyyah Bondowoso

Abstract

Setiap satuan pendidikan diwajibkan menyediakan layanan pendidikan yang layak bagi seluruh murid, termasuk murid yang memiliki kebutuhan khusus. Upaya untuk mewujudkan layanan tersebut dilakukan melalui penyelenggaraan pendidikan inklusif. Pada pendidikan inklusif diperlukan manajemen pembelajaran yang terstruktur sehingga mampu mengakomodasi kebutuhan belajar setiap murid. Bagi murid berkebutuhan khusus, pengelolaan pembelajaran dilakukan melalui prinsip adaptasi, yaitu adaptasi kurikulum, instruksional, dan lingkungan belajar. Pada kenyataannya, masih banyak sekolah yang menghadapi tantangan dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif sehingga proses pembelajaran kurang optimal. Hasil observasi dan wawancara awal di SD Al-Irsyad Al-Islamiyyah Bondowoso sebagai salah satu sekolah inklusif menunjukkan bahwa terdapat lima kelas inklusi yang mengakomodasi 10 murid berkebutuhan khusus dengan berbagai diagnosis, seperti Autism Spectrum Disorder (ASD), retardasi mental, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), dan slow learner. Bentuk pelayanan untuk murid berkebutuhan khusus dilaksanakan dengan penerapan model kelas reguler dengan pull out, penyediaan tenaga shadow teacher, serta program pembelajaran individual. Pelayanan pembelajaran yang diberikan oleh pendidik di sekolah ini dapat mendukung perkembangan kemampuan murid berkebutuhan khusus serta menciptakan lingkungan belajar yang ramah. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi manajemen pembelajaran pada kelas inklusi yang dilakukan oleh pendidik di SD Al-Irsyad Al-Islamiyyah Bondowoso. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SD Al-Irsyad Al-Islamiyyah Bondowoso pada tanggal 4–11 April 2026. Informan penelitian meliputi guru kelas, shadow teacher, kepala sekolah, koordinator program pendidikan inklusif, dan murid. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen pembelajaran pada kelas inklusi di SD Al-Irsyad Al-Islamiyyah Bondowoso dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi pembelajaran. Pada tahap perencanaan dan pengorganisasian, pendidik melakukan identifikasi kebutuhan murid melalui psikotes dan observasi, menyusun perangkat pembelajaran serta mengatur pembagian rombongan belajar. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui pembelajaran di kelas reguler dan ruang sumber. Pengawasan pembelajaran dilaksanakan oleh kepala sekolah melalui supervisi, kunjungan kelas, dan rapat evaluasi. Selanjutnya, evaluasi dilakukan dengan menyesuaikan bentuk penilaian berdasarkan kebutuhan murid serta melaporkan perkembangan belajar kepada orang tua secara berkala. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa strategi manajemen pembelajaran pada kelas inklusi di sekolah ini telah sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan inklusif. Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian ini, yaitu guru dan shadow teacher hendaknya mengembangkan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid secara spesifik. Kepala sekolah dan ketua yayasan hendaknya memperbaiki proses rekrutmen shadow teacher serta menyediakan sarana pendukung yang memadai. Peneliti selanjutnya hendaknya dapat mengembangkan penelitian pada konteks atau jenjang pendidikan yang berbeda untuk memperkaya kajian mengenai manajemen pembelajaran pada pendidikan inklusif.

Description

Validasi dan Finalisasi Repositori File 04 Agustus 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By