Pengaruh Model Pembelajaran Probing Prompting pada Materi Getaran dan Gelombang terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP

Abstract

Pengaruh Model Pembelajaran Probing Prompting Pada Materi Getaran Dan Gelombang Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP; Hamidatul Muyasaroh, 220210104069; 29 Halaman; Program Studi Pendidikan IPA; Jurusan Pendidikan MIPA; Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan; Universitas Jember. Pendidikan di era modern saat ini tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga berfokus pada kemampuan berpikir kritis siswa sehingga siswa memiliki bekal utama dalam menghadapi tantangan global. Akan tetapi, penelitian dan laporan dari PISA, TIMSS, serta Human Development Index (HDI) menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa di Indonesia khususnya pada pembelajaran IPA dan Fisika masih tergolong rendah sehingga shingga memerlukan strategi inovasi dalam meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran probing prompting pada materi getaran dan gelombang terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMP. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental dengan desain penelitian nonequivalent control group yang diterapkan di SMPN 9 Jember kelas VIII pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling sehingga didapatkan kelas VIII B sebagai kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran probing prompting pada proses pembelajarannya dan kelas VIII A sebagai kelas kontrol yang menerapkan model pembelajaran PjBL yang biasa diterapkan di sekolah. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji Independent sample ttest dan uji t-pihak kanan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata skor posttest kemampuan berpikir kritis siswa di kelas eksperimen bernilai 82,24 dan kelas kontrol bernilai 67,76 sehingga rata-rata skor kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen lebih besar dari kelas kontrol. Uji normalitas dan homogenitas pada penelitian ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 sehingga data berdistribusi normal dan homogen. Setelah diketahui data berdistribusi normal dan homogen, dilakukan uji statistik parametrik menggunakan uji Independent sample t-test yang memperoleh nilai signifikan si 0,000 dan uji t-pihak kanan memperoleh nilai 4,917 > 1,696. Berdasarkan hasil analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran probing prompting berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpiir kritis siswa SMP.

Description

Finalisasi Hasyim/Agustus 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By