Gambaran Masalah Keperawatan Gangguan Pola Tidur Pada Pasien Gagal Jantung Di Rsd Dr. Soebandi Jember
| dc.contributor.author | Fitri Novitasari | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-26T01:19:36Z | |
| dc.date.issued | 2025-07-08 | |
| dc.description | Reupload Repositori File 26 Februari 2026_Kholif Basri | |
| dc.description.abstract | Gagal jantung masih menjadi masalah kesehatan global maupun nasional yang menyumbang angka mortalitas tinggi. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh seseorang yang terdiagnosa gagal jantung adalah gangguan pola tidur. Gangguan ini ditandai dengan kesulitan memulai tidur, sering terbangun di malam hari, hingga rasa lelah dan kantuk berlebih di siang hari. Hal ini disebabkan karena gejala sesak napas yang mengganggu proses tidur, terutama saat pasien dalam posisi berbaring. Kondisi ini mengganggu tahapan tidur Non-Rapid Eye Movement (NREM) dan berdampak pada kualitas tidur. Kualitas tidur yang buruk pada pasien HF dapat memperburuk kondisi mereka, meningkatkan tekanan darah, kolesterol, detak jantung, pembentukan plak, dan stres, sehingga menghambat pemulihan dan memperpanjang masa inap di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menggambarkan masalah keperawatan gangguan pola tidur dan gejala gangguan pola tidur pada pasien gagal jantung yang menjalani rawat inap di RSD dr. Soebandi Jember. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan prospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien dengan diagnosis medis gagal jantung yang menjalani rawat inap di RSD dr. Soebandi Jember. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling yang berlangsung selama dua minggu pada bulan Juni 2025, dengan didapatkan sampel penelitian sejumlah 46 pasien gagal jantung yang menjalani rawat inap di RSD dr. Soebandi Jember. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi terkait gejala gangguan pola tidur yang diadaptasi dari Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI) dan NANDA International. Metode analisis data menggunakan analisis univariat dengan variabel berupa kategorik yang terdiri atas usia, jenis kelamin, komorbid, lama rawat inap, lama menderita, gejala masalah keperawatan gangguan pola tidur, masalah keperawatan gangguan pola tidur, dan masalah keperawatan gangguan pola tidur baik menurut NANDA maupun SDKI yang disajikan dalam bentuk tabel dan narasi yang memuat frekuensi dan persentase. Uji etik penelitian telah dilakukan dengan No. 266/UN25.1.14/KEPK/2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah laki-laki (65,2%) dan berusia lebih dari 65 tahun (32,6%). Sebagian besar memiliki komorbiditas (91,3%) dan menjalani rawat inap selama 1–10 hari (91,3%) dengan rata-rata lama rawat inap 4 hari. Lama menderita penyakit berkisar antara 1–5 tahun (78,3%). Gejala gangguan pola tidur yang paling banyak dialami responden meliputi sulit tidur (76,1%), sering terjaga di malam hari (73,9%), kesulitan mempertahankan tidur (69,6%), mengeluh tidur tidak puas (67,4%). Durasi tidur rata-rata responden adalah 6 jam per malam yang berada di bawah jumlah tidur yang direkomendasikan untuk orang dewasa. Berdasarkan keluhan-keluhan tersebut, didapatkan bahwa sebanyak 67,4% responden mengalami masalah keperawatan gangguan pola tidur. Berdasarkan gejala pada NANDA, sebanyak 84,8% pasien mengalami gangguan pola tidur. Sedangkan, berdasarkan gejala pada SDKI, terdapat 69,6% pasien yang mengalami gangguan pola tidur. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Ns. Mulia Hakam, M.Kep., Sp.Kep.MB., Dosen Pembimbing Anggota: Ns. Ana Nistiandani S.Kep., M.Kep., | |
| dc.identifier.issn | Kholif Basri | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4553 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keperawatan | |
| dc.subject | Gagal jantung | |
| dc.subject | kesehatan global | |
| dc.subject | maupun nasional | |
| dc.subject | angka mortalitas tinggi | |
| dc.title | Gambaran Masalah Keperawatan Gangguan Pola Tidur Pada Pasien Gagal Jantung Di Rsd Dr. Soebandi Jember | |
| dc.type | Other |
