Analisis Komposisi Kimia Minyak Atsiri Daun Dan Kulit Buah Jeruk Siam Madu (Citrus nobilis L.) Segar Dan Kering Dengan Metode Kromatografi Gas – Spektrometri Massa

dc.contributor.authorGhazi Adiel Adriyono Mas
dc.date.accessioned2026-03-11T02:14:45Z
dc.date.issued2025-07-17
dc.descriptionReupload Repositori File 11 Maret 2026_Kholif Basri
dc.description.abstractJeruk siam madu (Citrus nobilis L.) merupakan jenis jeruk yang produksinya tinggi di Indonesia. Kabupaten Jombang merupakan salah satu sentra penghasil jeruk siam madu, yang produksinya mengalami peningkatan tiap tahunnya. Peningkatan produksi jeruk siam madu tentunya berbanding lurus dengan limbah kulit buah dan daun jeruk yang dihasilkan. Kulit buah dan daun jeruk siam madu memiliki banyak kandungan yang menarik untuk dieksplorasi, salah satunya yaitu minyak atsirinya. Minyak atsiri yang dihasilkan dapat dipengaruhi oleh kesegaran bahannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kondisi segar dan keringnya bahan pada komposisi kimia minyak atsiri daun dan kulit buah jeruk siam madu. Kulit buah dan daun masing-masing diberikan dua perlakuan yaitu sampel segar dan sampel kering. Sampel segar merupakan buah dan daun langsung setelah pemetikan dan sampel kering merupakan sampel yang telah dikeringkan menggunakan oven suhu 40˚C selama 12 jam. Ekstraksi dilakukan dengan metode distilasi uap-air selama 4 jam. Selanjutnya dilakukan analisis kromatografi gas – spektrometri massa untuk mengetahui komposisi kimianya. Pengeringan oven 40˚C dapat menurunkan kadar air kulit buah sebesar 21%, dan daun sebesar 28%. Pengeringan juga memberikan pengaruh terhadap komposisi kimia minyak atsiri kulit buah dan daun jeruk siam madu. Perubahan konsentrasi senyawa selama pengeringan terjadi karena hilangnya air menyebabkan senyawa lebih mudah terlepas dari matriks jaringan, serta adanya perbedaan stabilitas termal masing-masing senyawa selama kondisi pengeringan. Pada kulit buah, jumlah senyawa yang terdeteksi menurun dari 75 senyawa (segar) menjadi 64 senyawa (kering). Sebanyak 48 senyawa ditemukan pada kedua perlakuan, 16 senyawa baru terdeteksi setelah pengeringan, sedangkan 27 senyawa tidak terdeteksi setelah pengeringan. Pengeringan pada kulit buah menyebabkan peningkatan konsentrasi senyawa p-vinylguaiacol, alpha-pinene, limonene, dan linalool, sementara senyawa alpha-terpineol, nerol, beta-myrcene, dan beta-pinene mengalami penurunan konsentrasi. Sementara itu, pada daun, jumlah senyawa yang terdeteksi menurun dari 52 senyawa (segar) menjadi 43 senyawa (kering). Sebanyak 22 senyawa ditemukan pada kedua perlakuan, 21 senyawa baru terdeteksi setelah pengeringan, sedangkan 30 senyawa tidak terdeteksi setelah pengeringan. Pengeringan pada daun menyebabkan peningkatan konsentrasi senyawa linalool, alpha-humulene, spathulenol, alpha-terpineol, linalool isobutyrate, dan gamma-elemene, sementara senyawa beta-elemene, delta-elemene, phytol, terpinen-4-ol, dan p-menth-2-en-1-ol mengalami penurunan konsentrasi.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : : Dr. apt. Siti Muslichah, S.Si., M.Sc Dosen Pembimbing Anggota: : Dr. apt. Moch. Amrun Hidayat, S.Si., M.Farm.
dc.identifier.otherKholif Basri
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5113
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Farmasi
dc.subjectJeruk siam madu (Citrus nobilis L.)
dc.subjectlimbah kulit buah
dc.subjectdan daun jeruk
dc.subjectminyak atsirinya
dc.titleAnalisis Komposisi Kimia Minyak Atsiri Daun Dan Kulit Buah Jeruk Siam Madu (Citrus nobilis L.) Segar Dan Kering Dengan Metode Kromatografi Gas – Spektrometri Massa
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Ghazi Adiel Adriyono Mas - 212210101021.pdf
Size:
3.09 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: