Profil Histopatologi Luka Tikus Wistar Jantan Pascapemberian Hidrogel Berbasis Bioselulosa Ekstrak Kokon Ulat Sutra Eri (Samia Cynthia Ricini)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Penyembuhan luka merupakan proses biologis kompleks yang melibatkan
fase koagulasi, inflamasi, proliferasi, dan remodeling, di mana setiap fase ditandai
oleh perubahan struktural dan seluler yang khas. Evaluasi histopatologi menjadi
metode yang penting dalam menilai proses penyembuhan luka, karena
memungkinkan pengamatan langsung terhadap pembentukan epitel baru,
perkembangan jaringan ikat, deposisi kolagen, dan jumlah sel inflamasi. Gangguan
pada salah satu fase penyembuhan dapat menghambat regenerasi jaringan,
meningkatkan risiko infeksi, serta memperpanjang waktu penyembuhan, yang pada
akhirnya dapat menyebabkan luka menjadi kronis. Perawatan luka modern berfokus
pada pengembangan modern dressing yang mendukung regenerasi jaringan, salah
satunya adalah hiddrogel berbasis bioselulosa yang memiliki kemampuan menjaga
kelembapan, menyerap eksudat, dan mendukung autolisis jaringan nekrotik.
Bioselulosa yang diimpregnasi dengan bahan aktif, seperti ekstrak serisin
dari kokon ulat sutera Samia cynthia ricini, berpotensi meningkatkan efektivitas
penyembuhan luka. Serisin diketahui memiliki aktivitas farmakologis berupa
antioksidan, antibakteri, dan penyembuhan luka melalui stimulasi proliferasi
fibroblas dan sintesis kolagen. Kombinasi ini diharapkan dapat mempercepat proses
regenerasi jaringan melalui mekanisme biologis yang terekam pada gambaran
histopatologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi gambaran histopatologi
penyembuhan luka kulit tikus yang diberikan perlakuan bioselulosa terimpregnasi
ekstrak serisin dengan berbagai konsentrasi, guna memperoleh bukti ilmiah
mengenai efektivitasnya dalam memperbaiki struktur jaringan luka.
Penelitian ini mengevaluasi efektivitas hidrogel berbasis bioselulosa yang
diimpregnasi dengan ekstrak air kokon ulat sutra Eri “Samia cynthia ricini” (AKE)
terhadap proses penyembuhan luka sayat pada tikus Wistar jantan. Berdasarkananalisis histopatologi melalui pewarnaan Haematoxylin-Eosin, parameter
reepitelisasi, pembentukan jaringan ikat, deposisi kolagen, dan infiltrasi sel limfosit
menunjukkan progres penyembuhan yang meningkat pada hari ke-9 dibandingkan
hari ke-3 dan ke-6. Hasil pengamatan makroskopis juga menunjukkan bahwa
kelompok perlakuan, khususnya kelompok dengan dosis AKE 750 mg (P4),
menunjukkan hasil yang sebanding atau lebih baik dibandingkan kontrol positif
(K+), sedangkan kelompok kontrol negatif (K–) memperlihatkan tingkat
penyembuhan yang paling rendah.
Gambaran histopatologi menunjukkan bahwa pada kelompok P4 (perlakuan
hidrogel berbasis bioseulosa ekstrak AKE 750 mg) mengalami peningkatan
kontinuitas epitel, deposisi kolagen yang lebih tebal, dan penurunan infiltrasi sel
radang limfosit. Keunggulan penyembuhan luka pada kelompok perlakuan
dipengaruhi oleh kandungan protein serisin dalam AKE yang memiliki aktivitas
antiinflamasi, antioksidan, antibakteri, serta mendukung migrasi dan proliferasi sel
fibroblas serta sintesis kolagen. Kandungan asam amino seperti metionin, serin, dan
arginin dalam serisin berperan penting dalam mempercepat regenerasi jaringan.
Secara keseluruhan, formulasi sediaan hidrogel bioselulosa dengan
penambahan ekstrak AKE terutama pada konsentrasi 750 mg berpotensi untuk
mempercepat proses penyembuhan luka melalui mekanisme biologis yang
mendukung proses regeneratif kulit secara optimal.
Description
Reupload file repository 5 Februari 2026_Arif/Halima
